Seorang ibu tersenyum kepada istri anaknya setelah berlalu bulan madu keduanya. Dia berkata, “Engkau telah membuat putraku rajin shalat ke masjid. Engkau berhasil dalam waktu 30 hari saja, padahal aku telah berusaha menasihatinya selama 30 tahun!” Menantu itupun mengalirkan air mata… Menantu itu berkata, “Apakah anda telah mengetahui wahai ibuku,
Oleh: Syaikh Hisyam Khayyath Saya telah mendengar Indonesia dan banyak membaca tentangnya. Akan tetapi siapa yang mendengar dan membaca berbeda dengan orang yang melihat langsung dengan kedua matanya. Alhamdulillah, dengan memuji Allah Ta,ala yang telah memudahkanku untuk safar ke negeri yang indah dan hijau, negeri yang beralam menawan, menuju masyarakat
Malik meriwayatkan, “Telah sampai kepada kami bahwa Sulaiman ‘alaihissalam menasihati putranya, “Wahai putraku, berjalanlah di belakang singa dan ular namun janganlah kamu berjalan di belakang wanita.” [Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal, Hal.70] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
SEORANG psikiater—sayangnya non-muslim—melakukan penelitian selama tiga tahun terhadap sejumlah penderita sakit jiwa. Di antara mereka ada yang non-muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Dengan melatih mereka mengucapkan kata “Allah” dengan jelas, ternyata terapi ini membuahkan hasil yang menakjubkan bagi para penderita.Terlebih, bagi mereka yang mengalami kondisi traumatis seperti kesedihan, introvet,
QADHI Baha’uddin bin Syaddad dalam bukunya, An-Nawadir As-Sulthaniyah wal Mahasin Al-Yusufiyah, dalam peristiwa Ar-Raml di daerah ‘Aka, menulis: “Salah satu keunikan kisah ini yaitu, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja bernama Sarasinqar. la seorang muslim. Sarasinqar sangat pemberani, dan telah membunuh banyak sekali musuh Allah dari tentara salib dan mengalahkan
Saudaraku semuslim.. Malam dan siang hanyalah sebuah perjalanan yang selalu dilalui oleh setiap orang. Dia melewatnya selangkah demi selangkah hingga sampai pada akhir sebuah perjalanan. Jika engkau bisa mempersembahkan sebuah perbekalan di setiap langkah tersebut, maka lakukanlah, karena tidak lama lagi perjalanan ini akan berakhir, bahkan dia berlari lebih cepat
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah telah membenarkan pernyataan Ahmad dalam hal ini, karena dia adalah imam as-Sunnah pada zamannya. Sementara musuhnya, Ahmad bin Abi Du’ad, seorang qadhi qudhat (kepala para hakim), tidak ada seorang pun yang “merayakan” kematiannya dan tidak pula menghiraukannya. Tatkala dia mati, tidak ada yang mengiringi
Suatu hari, saya bertamu ke rumah salah seorang rektor satu universitas ternama di kota Jember. Mayoritas tamu undangan kala itu ialah dosen-dosen universitas tersebut. Seusai jamuan makan malam, dan pada sesi ramah tamah, pembicaraan berputar tentang urusan agama. Tak ayal lagi saya hanyut dalam pembicaraan dengan mereka. Di tengah-tengah pembicaraan
Di sebutkan dalam kitab “Tahdzibul Kamal” karangan al-Mizzi jilid yang ke 7/481 sebuah kisah ketika penulis sedang menjelaskan biografi ahli ibadah, orang yang zuhud ahli fikih Haiwah bin Suraih bin Shofwan at-Tajiibi Abu Zur’ah al-Mishri rahimahullah, berikut nukilannya: Berkata Ahmad bin Sahl al-Urduni bahwasanya beliau mendengar dari Khalid bin al-Fizri
Fitnah perempuan atas laki2, itu yang sering kita dengar. Fitnah laki2 atas perempuan juga tidak kalah hebatnya. Fitnah kecantikan perempuan, begitu pula fitnah ketampanaan laki-laki. Syaikh Hamid Akram Al-Bukhori hafidzahullah bercerita tentang hal itu pada waktu qiraah Shahih Imam Muslim. Syaikh Abdullah al-Muthlaq hafidzahullah salah seorang ulama besar saudi ditelepon
“AL-MAUT” Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian Ia tidak memiliki teman Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya Kita tidak akan bisa berlari, ataupun bersembunyi darinya Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh Ia tidak memilki waktu
Diriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu pernah melewati seorang laki-laki yang melakukan dosa sementara orang-orang mencelanya, maka beliau berkata, “Seandainya orang itu ada di bibir sumur, apakah kalian menyelamatkannya sehingga tidak terjatuh ke dalamnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Maka jangan mencaci saudara kalian, pujilah Allah yang telah membersihkan kalian