Suatu hari Ma’mun melongok dari istananya. Dia melihat seorang laki-laki dengan arang di tangannya. Dia menulis dengan arang itu di dinding istana. Ma’mun berkata kepada salah seorang pembantunya, “Pergilah kepada orang itu. Bawa dia kemari dan baca apa yang dia tulis.” Pembantunya pun turun untuk menangkap laki-laki itu. Dia membaca,
Diceritakan bahwa raja Khasru bin Abrawiz suka sekali makan ikan. Suatu hari sang permaisuri, Syirin, bercengkrama di taman. Lalu datanglah seorang nelayan dengan membawa ikan besar, dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada raja. Ikan itu diletakkan di depannya. Raja mengaguminya, maka dia memerintahkan agar nelayan itu diberi empat ribu dirham.
Ada yang bertanya kepada Abu Bakar al-Miski, “Kami selalu mencium wangi misik darimu. Mengapa begitu?” Ia menjawab, “Demi Allah, selama bertahun-tahun aku tidak pernah memakai wewangian misik. Semua itu karena seorang perempuan menipuku. Ia membawaku masuk ke rumahnya, kemudian menutup seluruh pintu yang ada. Setelah itu, ia merayuku. Aku bingung
Seorang lelaki datang mengadu kepada Abu Hanifah, ‘Aku orang yang cukup kaya, dan memiliki seorang putra yang amat aku sayangi. Yah, hanya dia satu-satu orang yang kumiliki dan kusayangi di dunia ini. Tapi, setiap kali aku menikahkannya dengan seorang wanita, ia pasti menceraikannya. Setiap kali aku membelikan budak wanita kepadanya,
Umar bin Ubaidullah bin Ma’mar melewati seorang laki-laki hitam sedang makan di sebuah kebun. Di depannya terdapat seekor anjing. Jika dia makan satu suapan, dia melemparkan satu suapan pula kepada anjing tersebut. Umar bertanya, “Apakah itu anjingmu?” Dia menjawab, “Bukan.” Umar bertanya, “Mengapa kamu memberinya makan seperti apa yang kamu
Ada cerita tentang Abu Hanifah. Ibnul Mubarak menceritakan, ‘Aku pernah melihat Abu Hanifah di salah satu jalan di kota Mekah. Saat itu dihidangkan anak unta bakar kepada beliau dan teman-temannya. Mereka sudah begitu bernafsu menyantap daging bakar itu dengan cuka. Namun sayang, mereka tidak memiliki tempat untuk rnenuangkan cukanya, sehingga
Jarir meriwayatkan, “Suatu hari, Al-A’masy duduk di pojok majelis. Sementara kami duduk di bagian pojok lain. Di dekat tempat itu, ada air hujan menggenang membentuk sebuah danau kecil. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang mengenakan mantel hitam. Saat melihat Al-A’masy, ia memandang rendah, karena pakaian beliau yang sederhana. “Heh, bangun, cepat
Ibnu Mas’ud rodhiyallaahu ‘anhu berwasiat kepada rekan-rekannya, beliau berkata, “Jadilah kalian sumber-sumber ilmu, lampu-lampu petunjuk, tikar-tikar rumah, obor-obor malam, berhati besar, berpakaian sederhana, dikenal di langit dan tidak dikenal di antara penduduk bumi.” Bila ada yang berkata, ini mengandung keutamaan ketidaktenaran dan celaan terhadap kemasyhuran, lalu adakah kemasyhuran yang lebih
Mengira rumah sedang kosong, seorang pencuri masuk ke dalam. Ternyata di dalam kamar ada lelaki pemilik rumah itu, dengan budak wanitanya. “Siapa namamu?” ujar pencuri sambil mengancam si budak wanita. “E..e..Khadijah.” ujarnya. “Ini hari keberuntungannyamu.” katanya. “Saya tidak bisa membunuh orang yang bernama Khadijah, kaena itu adalah nama ibuku tersayang.
Seorang miskin mengadukan kemiskinannya kepada seorang berilmu. Si miskin memperlihatkan kesedihannya yang mendalam atas keadaannya. Maka orang berilmu itu bertanya kepadanya, “Maukah kamu mempunyai sepuluh ribu dirham dan kamu buta?” Dia menjawab, “Tidak.” Orang berilmu bertanya lagi, “Maukah kamu mempunyai sepuluh ribu dirham dan kamu bisu?” Dia menjawab, “Tidak.” Orang
Seorang pemuda menelpon saat siaran live: Pemuda: “Wahai Syeikh, saya sudah bertaubat alhamdulillah. Tapi saya belum bisa melupakan pacar saya.” Syeikh: “Berdoalah dengan suatu doa kepada Allah Agar Anda bisa melupakannya.” Pemuda: “Kalau begitu ajarilah saya sebuah doa wahai Syeikh Syeikh : bacalah doa (ya Allah, jadikanlah IMAN di hatiku,
Suatu hari, ada seorang pemuda memanah seekor anak burung. “Bagus,” ucap seorang lelaki menanggapi hasil panahannya. “Heh, kamu menghina ya? Panahanku khan tidak kena?” ujar pemuda itu marah, “Bukan. Maksudku bagus, engkau telah berbuat baik kepada anak burung itu,’ ujar si lelaki santai. al Adzkiyaa hal.118, Ibnul Jauzi, Buku Humor