Zaid bin Aslam menceritakan dari ayahnya, bahwa Umar bin Al-Khattab pernah menugaskan Al-Mughirah bin Syu’bah untuk menjadi gubernur di Bahrain. Namun masyarakat di sana tidak menyukainya, tapi justru membencinya. Akhirnya ia dikucilkan. Mereka takut kalau Al-Mughirah akan kembali menjadi pemimpin mereka. Salah seorang dedengkot mereka berkata, ‘Kalau kalian menuruti perintahku,
Penguasa yang adil, Jalalud Daulah Malik Syah bin Alb Arsalan Rahimahullah sangat mencintai keadilan. Suatu hari ketika pergi berburu ia menjumpai seseorang sedang menangis. Raja berkata, “Ada apa denganmu?’ Orang itu berkata, “Tiga orang datang dan mengambil semangkaku. Padahal, semangka itu milikku.” Raja berkata, “Pergilah ke para tentara. Di sana
Dahulu, sebelum ada vaksinasi, cacar adalah salah satu penyakit yang tersebar di mana-mana, dan atas kehendak Allah Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala sesuatu, sering kali (penyakit cacar itu) mengakibatkan kematian di kalangan masyarakat. Syahdan, di antara mereka ada yang terjangkit bencana ini; seorang lelaki berumur 6 tahun d
Suatu ketika,seorang lelaki datang menjumpai Ali, lalu memujinya setinggi langit. Ali tahu, orang ini bukan menyukainya, namun hanya ingin menjilat dan mencari muka saja. Beliau berkata, “Sesungguhnya aku tidak sehebat apa yang engkau katakan, tapi pasti, aku lebih baik dari penilaian yang ada dalam hatimu.” Karena beliau tahu, bahwa orang
Ada riwayat menyebutkan, bahwa suatu hari Umar keluar di malam hari, mengelilingi kota Al-Madinah. Beliau melihat api unggun yang menyala di tengah kegelapan. Beliau pun berhenti, dan berkata lantang,’Wahai Ahli Dhau (pemilik cahaya)!’ Beliau tidak mau memanggil, ‘Hai Ahli Naar (pemilik api). Karena khawatir, dipahami sebagai penghuni Neraka. Karena kata
Hasan bin Ali menceritakan, ‘Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar keluar dari gua Tsaur, lepas dari pengejaran kaum musyrik Qurasiy, lalu meneruskan perjalanan di kota Al-Madinah, nyaris setiap orang yang mengenal Abu Bakar langsung bertanya, “Siapa yang bersamamu?” Abu Bakar menjawab, “Ia hanya seorang penunjuk jalan’ Dan
Ada kisah menarik yang pernah dituturkan oleh Dr. Muhammad ibn Sa’d ash-Shuway’ir. Beliau bertutur, “Waktu itu musim haji tahun 1986. Ini adalah tahun pertama Negara Komunis Cina mengizinkan kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji. Di antara rombongan haji dari Cina tersebut, ada beberapa orang ulama Cina yang ingin bertemu dan
Sebagian ahli tarikh (sejarah) menceritakan: Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang
Ihsan bin Muhammad Al-’Utaibi menceritakan: Beberapa pemuda dari Yordania melakukan perjalanan dengan mobil untuk melakukan umroh. Sesampai di Khaibar mereka mengalami kecelakaan, yaitu mobil mereka menabrak lampu jalan. Polisi pun datang dan meminta kepada sopir untuk membayar ganti rugi kerusakan sebesar 21.000 Riyal (sekitar 3.500 Pound Sterling). Baik sopir maupun
Oleh: al Ustadz Abu Humaid Rosyid an Nashr Ketika Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu sampai pada sebuah telaga di jalan yang menuju ke daerah Ilya’, sedangkan ada pada beliau sebuah gamis dari bahan kain kasar yang telah digambar dan tepi ujung gamis itu terbakar. Maka Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Panggilkan
Abdullah bin Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin (putra beliau) berkisah: Suatu ketika Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud, gubernur Qashim, memberi hadiah kepada Asy-Syaikh Al-’Utsaimin sebuah mobil baru. Ketika pulang ke rumah, beliau melihat sebuah mobil diparkir di depan rumah dan beliau pun diberi tahu tentang mobil itu. Mobil itu
Suatu saat, istri Yazid hamil. Si istri berkata kepada suaminya, yang memang jelek wajahnya. “Celaka, kalau anak kita menyerupaimu.” “Lebih celaka lagi, kalau ternyata tidak mirip denganku sama sekali.” Balas sang suami dengan marahnya. [al Adzkiyaa, Ibnul Jauzi, Hal.111] Artikel: www.kisahislam.net