Abu Bakr Ibnu Khuzaimah bercerita: Aku berada di hadapan al-Amir Ismail bin Ahmad. Dia menceritakan sebuah riwayat hadits dari ayahnya dengan sanad yang keliru, maka aku pun membantahnya. Dan ketika aku telah berlalu dari hadapannya, Abu Dzar al-Qadhi berkata kepadaku, “Kami telah mengetahui sejak dua p uluh tahun yang lalu
Ahmad bin Thulun adalah salah seorang pemimpin Mesir Zaman dahulu dan juga merupakan seorang Ulama yang memiliki kedudukan yang mulia. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan bin Ahmad bin Banan. Beliau rahimahullah pernah mendekam di penjara. Penyebab dia dijebloskan ke penjara adalah karena dia dahulu pernah menemui salah seorang pejabat, lalu
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata kepada salah seorang pendampingnya, “Wahai Fulan, Aku tadi malam tidak bisa tidur karena merenungkan sesuatu.” Dia berkata, “Apa yang sedang Engkau renungkan, wahai Amirul Mukmmin?” Beliau menjawab, “Aku sedang merenungkan kuburan dan penghuninya. Jika kamu menyaksikan mayat pada hari ketiganya di dalam kubur, nisc
Berkata Al Muhtadi Billah Muhammad bin Al Watsiq (anak dari sang khalifah Al Watsiq): “Dahulu ayahku (khalifah Al Watsiq) bila hendak membunuh seseorang, ia mengajak kami menyaksikannya. Suatu saat dihadapkan kepadanya seorang tua yang disemir rambutnya dalam keadaan terikat”. (Orang tua ini adalah Abu Abdillah Ahmad bin Hambal atau Imam
Tulisan ini adalah sebagai renungan akan kisah orang-orang yang mereka menjadi luar biasa dan mulia di mata manusia dengan bekal ilmu mereka. Di sini hanya ada 3 orang yang disampaikan, karena hanya itu yang sedang terlintas di pikiran penulis. Berikut mereka. 1. Seorang yang mampu memperbaiki kondisi politik dan ekonomi
Imam Ibnu Hazm berkata: “Sebuah cara yang paling manjur untuk mendapatkan ketenangan adalah mengabaikan omongan orang dan memperhatikan ucapan Sang Pencipta alam. Barangsiapa yang menyangka bahwa dirinya bisa selamat dari celaan manusia, maka dia telah gila. ->Seorang yang mencermati secara seksama -sekalipun ini pahit rasanya- niscaya akan mengetahui bahwa celaan
Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu
Ketika Sulaiman bin Mihran al-A’masy memasuki kota Bashroh, dia mendapati seorang tukang cerita di masjid yang berkata: “Menceritakan kami al-A’masy dari Abu Ishaq!! Menceritakan kami al-A’masy dari Abu Waill!” Mendengar hal itu, maka dia (al-A’masy) langsung ke tengah pengajian sambil mengangkat tangan lalu mencabut bulu ketiaknya! Tukang cerita itu berkata:
Al Ustadz Abdulloh ath Thoyyar berkata: “Salah seorang muridku yang aku percayai pernah bercerita kepadaku bahwa Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah pernah ditanya dalam sebuah acara soal jawab via telepon tentang mimpi seorang wanita yang mengatakan: “Saya melihat seorang thowaf di Ka’bah pada musim haji dalam keadaan telanjang.” Syaikh menjawab:
Ketika ditemukan alat pengeras suara terjadi pro dan kontra tentang hukumnya. Namun Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah dengan tegarnya berkhotbah menegaskan bahwa hal ini termasuk suatu kenikmatan yang harus disyukuri.[1] Suatu ketika, ada seorang berkaca mata mengatakan kepada Syaikh as-Sa’di rahimahullah dengan nada mengingkari: “Pengeras suara adalah perkara baru, buatan non
Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar : “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk or ang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500).Basyr bin Al Harits berkata,
Sombong terhadap orang lain adalah termasuk perkara yang dibenci Syari’at. Banyak ayat dan hadits yang memerintahkan manusia agar menjauhi sikap yang tercela ini. Salah satu sifat rendah diri seorang imam yang pantas dicontoh adalah apa yang dilakukan oleh tokoh pembesar madzhab syafi’i Abu Ishaq asy-Syirazi -rahimahullah-. Pada suatu hari beliau