1. Kematian Abu Hanifah Rahimahullah Imam Abu Hanifah menjelang wafatnya berkata : ” Sayangilah aku, sebab aku menderita di tengah-tangah ahli dunia, kuobati diriku wahai …..Dzat Yang Maha Penyayang “. 2. Kematian Imam Malik Rahimahullah Isma’il Bin Abi Uwais berkata : ” Ketika Malik sakit maka aku bertanya pada sebagian
Jarir bin Abdillah adalah salah seorang Sahabat Nabi yang mulya. Suatu hari ia perintahkan kepada maulanya untuk membeli kuda seharga 300 dirham. Maka, maulanya tersebut kemudian mendapatkan penjual dan kudanya yang cocok dengan harga itu, didatangkan kepada Jarir. Sang penjual sudah setuju kudanya dijual dengan harga 300 dirham. Ketika ditunjukkan
Sungguh tragis, orang yang beramal namun tak ikhlas. Segala upaya, daya dan harta yang dikeluarkan menjadi sia-sia. Semuanya justru menjadi petaka ketika akhirat tiba. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan: Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali diberi keputusan pada hari kiamat adalah seseorang
Pendeta Jant Comdeedomte masuk Islam pada tanggal 6 Sya’ban tahun 1424 H. Hal ini dia lakukan pada salah satu perkemahan dalam acara dakwah yang dilakukan oleh Nadwah Alamiyah untuk pemuda muslim. Ia masuk Islam melalui Syaikh Abdul Majid Kasimbou, semoga Allah memberikan kebaikan kepadanya. Berita tentang masuk Islamnya Pendeta Jant
Diriwayatkan dari Muhammad bin Muslim bin Waarah. ia menceritakan, “Aku bermimpi melihat Abu Zur’ah. Aku tanyakan kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai Abu Zur’ah?” Ia menjawab, “Aku memuji Allah atas segenap keadaanku. Aku sudah sampai lalu berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia berfirman, “Wahai ‘Ubaidillah, mengapa engkau terlalu banyak berbicara
Lebih dua puluh tahun Sauza Muzhir berdakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namanya terkait dengan para seniman yang bertaubat, karena ia punya peran dakwah di antara mereka. Tentang kisah pertaubatannya ia ceritakan sebagai berikut, “Setamat sekolah dan kuliah di jurusan jurnalistik fakultas sastra, aku hidup bersama nenekku, yang merupakan ibu
Gadis ini berkata, “Aku murid Tsanawiyah, tinggal di Uni Emirat Arab yang punya kebanggaan tersendiri bagiku. Di negara inilah Allah tunjukkan hidayah-Nya kepadaku. Sejak kedatanganku ke daerah ini, aku sudah sangat lekat dengan “guru yang terhormat,” televisi. Aku tidak bisa meninggalkannya walau sesaat. Aku tidak bisa tidak menyaksikan acara sinetron,
Di Perancis setelah mengambil barang belanjaan di supermarket, ukhti yang memakai Niqab (cadar) berdiri dalam antrean untuk membayar. Setelah beberapa menit, giliran datang di meja kasir. Gadis petugas kasir adalah orang Arab yang tidak memakai Hijab (jilbab) dan seorang Muslim, mulai memindai item dari Ukhti Ber-Niqab satu per satu, dan
Seorang artis terkenal juga penari, Haalah ash-Shaafy menceritakan kisah kenapa ia meninggalkan karirnya di dunia seni dan memilih untuk bertaubat serta bagaimana ketenangan jiwa yang ia rasakan. Dengan gaya bahasa yang menyentuh, ia menceritakannya dalam sebuah wawancara di sebuah majalah, “Suatu hari, seperti biasa aku melakukan adegan menari di salah
“Semua penumpang nomer penerbangan … dengan tujuan … diharap segera menuju tempat pemberangkatan, bersiap tinggal landas.” Suara itu menggema di setiap sudut bandara. Salah seorang dai kebetulan juga duduk di sanag, mengemasi kopernya dan bertekad pergi ke bumi Allah yang luas untuk berdakwah. Mendengar panggilan itu, tiba-tiba hatinya merasa marah.
Yaqthan Madinatur Riyadh menjalani hidup dengan hura-hura tanpa makna, hanya sedikit sekali mengenal Allah. Sudah bertahun-tahun ia tidak pernah masuk masjid, bahkan tidak pernah bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala walau sekali. Ternyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak membukakan pintu taubat di hatinya melalui putri mungilnya. Ia bercerita, “Aku biasa
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal. Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.” Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah