Dr. Muhammad Hasan menceritakan perbincangannya dengan dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam): Dr. Muhammad Hasan bertanya kepada pemuda itu, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal ataukah haram?”. Pemuda itu menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan”. Dr. Muhammad Hasan bertanya kembali, “Kalau kamu membunuh
Abdullah bin Mubarok rahimahullah saat itu bertetangga dengan seorang Yahudi. Dan si tetangga berencana menjual rumahnya, sehingga ada seseorang yang bertanya mengenai harga rumahnya,”Engkau menjual dengan harga berapa?” Si tetangga pun menjawab,”Dua ribu.” Si penanya menyampaikan,”Harga rumahmu ini mestinya seribu.” Si Yahudi menjawab,”Engkau benar, akan tetapi seribu untuk harga rumah
Imam Abu Fath ar Razi tidak mampu membaca Al Fatihah ketika beliau masih berumur 10 tahun, guru beliau sampai mengatakan kepadanya, ”Mintalah kepada ibumu agar mendoakanmu, hingga Allah memberikan rizki Al Qur`an dan ilmu.” Setelah peristiwa itu, Abu Al Fath Ar Razi melakukan perjalanan mencari ilmu ke Baghdad. Sekembalinya ke
Imam Syamsyuddin Abdurrahman al Maqdisi suatu saat menggali tanah di gunung As Shalihiyah karena suatu hal. Di tengah aktifitas itu, ulama madzhab Hanbali ini menemukan peti penuh dengan dinar. Imam Al Maqdisi sontak mengucap,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…”. Beliau menilai bahwa hal itu merupakan musibah dan membiarkan kotak itu
Alangkah indahnya kisah Sirri As-Saqthi (salah seorang ahli ibadah yang zuhud, lihat tarikh baghdadi 9/188 dan Hilyatul Auliya’ 10/117-127), di mana beliau selalu istighfar (memohon ampun) kepada Allah selama tiga puluh tahun lamanya karena ucapannya “Alhamdulillah” saat ada kebakaran di kota baghdad yang melenyapkan rumah-rumah dan toko-toko di sana, namun
Seorang panglima perang, Muhallab bin Abi Shufrah, berjalan dengan sombong di depan seorang ulama tabi’in, Malik bin Dinar (wafat tahun 130 H). Maka Malik bin Dinar bertanya, “Tidakkah engkau mengetahui itu adalah cara berjalan yang dibenci oleh Allah kecuali saat berjalan di antara dua pasukan yang akan bertempur?” Muhallab marah
Dalam kitabnya yang berjudul “At-Tadzkirah”, Imam Qurthubi menceritakan sebuah kisah tentang seorang muadzin yang senang beribadah dan bercahayakan ketaatan kepada Allah. Suatu hari ia menaiki menara seperti biasanya untuk mengumandangkan adzan. Kebetulan di bawah menara tersebut terdapat rumah seorang Nashrani dzimmi. Ia pun melihat ke rumah tersebut, lantas ia melihat
Sahabat… Ada satu kisah yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi sekitar akhir tahun 2005. Dalam berceramah agama, beliau menceritakan satu kisah dengan sangat APIK dan membuat air mata pendengar berurai. Berikut ini adalah kisahnya: Pada akhir
Adalah Abdullah bin Nu’aim Al Bajali, seorang tabi’in yang biasa berpuasa dan beribadah. Suatu saat beliau mendatangi Al Hajjaj sang penguasa dzalim untuk menasihatinya. Namun Al Hajjaj tidak menerima nasihat itu dan ia malah memutuskan untuk membunuh Abdullah dengan cara dikurung di rumah gelap dan mengunci pintunya selama 15 hari.
Imam Ibnu Hamid al Warraq melakukan perjalanan haji tahun 402 hijriah dan beliau kehabisan perbekalan di tengah perjalanan. Tidak ada makanan dan minuman yang tersisa, hingga beliau tak mampu melakukan perjalanan, dan terjatuh karena kelaparan dan kehausan. Tanpa diduga, seorang laki-laki mendatangi beliau dengan membawa sedikit air, dan beliau saat
Imam Ibnul Mubarok rahimahullah berkata: ”Aku telah meminjam sebuah pena di Syam (kini Syiria & sekitarnya) namun aku lupa untuk mengambalikannya. Setelah aku sampai di Marwa (sebuah kota di Turkmenistan) aku dapati bahwa pena itu masih bersamaku. Maka aku pun kembali ke Syam untuk mengembalikan pena itu.” (Tahdzib At Tahdzib,
Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang