1. Terjadinya Perang Ahzab Atau Perang Khandaq Atau Perang Parit Peristiwa ini terjadi pada bulan Syawal tahun kelima hijriyah, menurut pendapat yang paling tepat. Karena sebagian ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya peristiwa besar ini. Ibnu Hazm berpendapat bahwa kejadian ini terjadi pada tahun keempat hijriyah. Sedangkan ulama lainnya seperti
1. Peristiwa Ar Raji’ Setelah perang Uhud selesai,Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan untuk mengintai gerak-gerik musyrikin Quraisy dan mengangkat Ashim bin Tsabit sebagai pemimpinya. Merekapun berangkat hingga tiba di antara ‘Usfan dan Makkah. Ternyata berita ini dibocorkan (kaum ‘Adhal dan Al-Qarah) kepada Bani Lihyan, yang lantas membuntuti dan
1. Peperangan dengan Yahudi Bani Qainuqa’ – Bani Qainuqa’ adalah orang-orang Yahudi yang pertama kali membatalkan kesepakatan damai dengan Rasulullah dan berperang melawan beliau setelah Perang Badar sebelum Perang Uhud. – Sebab terjadinya perang ini ketika seorang wanita Arab dilecehkan oleh seorang tukang emas dan perak sehingga tersingkaplah auratnya. Kemudian
1. Allah memalingkan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram 2. Terjadi Perang Badar KubraOL 3. Wafatnya Utsman bin Mazh’un, shahabat Rasulullah yang kemudian di makamkan di Baqi. 4. Diwajibkannya puasa Ramadhan, disyariatkannya shalat Idul Fitri dan Zakat Fitrah 5. Diwajibkannya zakat harta serta penjelasan soal nisab dan syarat-syaratnya 6.
Allah mengutus Yunus ‘alaihissalam kepada penduduk Nainawa, di bumi al-Mushil. Yunus menyeru mereka agar beribadah hanya kepada Allah namun mereka mendustakannya. Ketika pendustaan mereka itu berlangsung lama, Yunus pun pergi meninggalkan mereka serta memberikan janji kepada mereka akan datangnya adzab setelah tiga hari kemudian. Manakala Yunus keluar meninggalkan mereka dan
Ayyub ‘alaihis salam berasal dari anak keturunan Al-‘Aish bin Ishaq. Ada yang mengatakan bahwa nama istrinya adalah Rahmah binti Afratsim bin Yusuf bin Ya’qub. Dan inilah pendapat yang masyhur. Dahulunya Ayyub adalah seorang laki-laki yang memiliki banyak harta berupa tanah yang luas di daerah Hauran. Kemudian, harta dan keluarganya itu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang mulia putra orang yang mulia dari putra orang yang mulia, Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin lbrahim.”[1] Para ahli tafsir dan lainnya berkata, “Yusuf sewaktu kecilnya pernah bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan seolah-olah bersujud kepadanya. Setelah bangun dari tidurnya, ia
Orang-orang Utsmani berasal dari keturunan kabilah Turkmenia. Pada permulaan abad ke-7 H bertepatan dengan abad ke-13 M mereka hidup di Kurdistan. Mereka berprofesi sebagai penggembala. Akibat serangan orang-orang Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan ke Iraq dan wilayah-wilayah timur Asia Kecil, maka pada 617 H (1220 M) Sulaiman, kakek dari
Daulah Abbasiyyah semenjak berdirinya, yaitu pada tahun 132 H, hingga runtuhya, yaitu pada tahun 656 H mengalami dua masa yang berbeda. Masing-masing masa memiliki kekhususan dan kelebihan. Kedua masa ini adalah: 1. Masa ‘Abbasiyyah Pertama: Masa ini menjadi masa keemasaan dan kekuatannya, yaitu dari tahun 132 H – 247 H.
Penduduk Madyan adalah satu kaum Arab yang tinggal di kota bernama Madyan. Kota tersebut terletak di daerah Ma’an di ujung daerah Syam di samping tepian kota Hijaz dekat dengan laut tempat ditenggelamkannya kaum Luth. Mereka berasal dari keturunan Bani Madyan bin Madyan bin Ibrahim al-Khalil Penduduk Madyan adalah orang-orang kafir.
Atas dasar perintah Ibrahim, Nabi Luth ‘alaihissalam tinggal jauh dari tempat tinggal pamannya, Ibrahim. Luth menetap di kota Sodom. Kota Sodom dihuni oleh orang-orang fajir, kafir, serta perampok. Mereka melakukan kemungkaran di tempat-tempat perkumpulan mereka serta tidak mau mencegah kemungkaran yang mereka lakukan, yaitu kemungkaran homoseksual dan meninggalkan para wanita
la adalah Ibrahim bin Azar ‘alaihis, beliau dijuluki dengan gelar Abu adh-Dhaifan. Menurut pendapat yang shahih, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dilahirkan di Babil. Semua penghuni bumi pada saat itu ada di dalam kekafiran, kecuali Ibrahim al-Khalil, Sarrah (istrinya), dan keponakannya Luth ‘alaihissalam. Ibnu Jarir berkata, “Pendapat yang benar bahwa nama bapaknya