~ Persiapan Pasukan Menuju Khoibar!! Jumlah Pasukan Muslimin Yang Turut Serta Ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang lemah imannya tidak turut serta pada kejadian (‘umroh) Hudaibiyyah (yang berakhir dengan perjanjian Hudaibiyyah), Allah ta’aalaa menerangkan perihal mereka kepada NabiNya dalam firmanNya, سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انطَلَقْتُمْ إِلَى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ يُرِيدُونَ
Oleh: Ustadz Sufyan Basweidan hafizhahullah Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, salah satunya adalah teman SD saya yang namanya Ramatullah Al Khomeini. Entah berapa banyak kaum muslimin yang terkagum-kagum dengan sosok ‘Khomeini’ sebagai pemimpin revolusi Iran. Kekaguman tersebut sebenarnya bisa dimaklumi mengingat banyaknya
Semenjak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, kaum muslimin telah terlibat sejumlah peperangan melawan orang-orang murtad di seluruh penjuru jazirah Arab. Setidaknya 11 regu pasukan telah dikerahkan untuk masalah ini. Mereka menjelajah ke segenap penjuru Arab. Berperang dan menjalankan titah yang diberikan tanpa menguranginya. Bani Hanifah yang berdiam di
Ekspedisi ini merupakan pasukan Islam pertama yang melakukan penaklukan di luar negeri Arab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum meninggal dunia telah mempersiapkan pasukan ini di bawah kepemimpinan Usamah bin Zaid. Pasukan ini ditujukan untuk menaklukan daerah-daerah ujung Syam. Namun, banyak orang meragukan kepemimpinan Usamah bin Zaid. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi
Suatu hari Musa menjadi khatib di hadapan bani Israil, lalu ia ditanya, “Siapakah orang yang paling alim?” Musa menjawab, “Saya.” Kemudian Allah mencela Musa karena dia belum memberikan ilmu kepadanya. Allah lalu mewahyukan kepada Musa, Aku memiliki seorang hamba yang tinggal di pertemuan dua laut. Dia lebih alim danpada kamu.”
Fir’aun sangat sombong sebagai orang yang telah membesarkan Musa, maka Fir’aun mendustakan ayat-ayat yang dibawa oleh Musa dari sisi Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala serta menuduhnya telah bermain sihir. Fir’aun pun menantang Musa, maka Musa berkata kepadanya, “.. waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hariraya dan hendaklah dikumpulkan
Fir’aun pernah melihat dalam mimpinya seolah-olah ada api yang meluncur dari arah Baitul Maqdis, lalu membakar rumah-rumah kota Mesir dan orang-orang Qibthi, namun tidak membahayakan Bani Israil. Para dukun berkata kepada sang raja, “Anak ini lahir dari kalangan Bani Israil. Ia akan menjadi sebab-sebab kehancuran penduduk Mesir melalui kedua tangannya.”
Ketika perang berkecamuk, dan kaum Muslimin berperang dengan gagah berani. Padahal jumlah mereka sangat kecil dibanding musuh (kafir Quraisy). Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam membawa serta para Shahabatnya berjumlah 300 orang, sedangkan kafir quraisy membawa pasukannya 1000 orang. Kaum Muslimin berperang mengharapkan keridhoan Allah dan kecintaanNya. Sedangkan kafir quraisy
1. Terjadi Perang Tabuk Pada musim panas tahun 9 Hijriyah, umat Muslim mendengar kabar bahwa Bizantium dan sekutu Ghassaniyah-nya telah menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi Hijaz dengan kekuatan sekitar 40.000 pasukan + gabungan dari kabilah-kabilah arab yang bergabung bersama mereka seperti Kabilah Lakhm, Judzam dan lainnya yang beragama Nasrani. Kaisar
1. Terjadinya Perang Mu’tah Inilah peperangan kaum muslimin yang pertama melawan bangsa adidaya dimasa itu, bangsa Romawi. Terjadi pada tahun 8 H. Sebagian ahli sejarah mengungkapkan bahwa faktor pemicu laga antara kaum muslimin dan kaum kuffar ini telah terjadinya pembunuhan atas utusan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang bernama al-Harits bin
1. Terjadi Perang Khaibar Khaibar adalah daerah yang ditempati oleh kaum Yahudi setelah diusir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah tatkala mereka melanggar perjanjian damai. Khaibar adalah benteng pertahanan kaum Yahudi yang merupakan wilayah pertanian dengan delapan atau lima benteng yang melindungi. Jaraknya kira-kira seratus mil arah barat laut
1. Peperangan melawan Bani Mushthaliq Peperangan ini terjadi pada bulan Sya’ban 6H 2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Juwairiyyah binti al Harits radhiyallahu ‘anha (tawanan pada perang Bani Mushthaliq dan Rasulullah menebusnya dari Tsabit bin Qais lalu menikahinya). Karena pernikahan ini, orang-orang muslim membebaskan seratus orang dari keluarga Bani