“Tidak ada wasiat seseorang di mana dia mewasiatkannya setelah dia wafat yang dilaksanakan selain wasiat Tsabit bin Qais” Tsabit bin Qais al-Anshari, seorang pemuka Khazraj yang terpandang, salah seorang pembesar Yatsrib yang diperhitungkan keberadaannya oleh siapa saja. Di samping itu dia berhati cerdik, responsif, lihai dalam bertutur kata dan bersuara
As-Sakhawi dalam kitab Al- Jawahir wa Ad-Durar, “Biografi Syaikh Islam Ibnu Hajar” (I/1001), juga berkata, “Berkali-kali aku pernah mendengar Ibnu Hajar terlibat perdebatan serius dengan salah seorang pengagum Ibnu Arabi tentang diri Ibnu Arabi sehingga mendorongnya mengeluarkan ucapan yang dianggap tidak etis terhadap Ibnu Arabi. Tentu saja pengagum Ibnu Arabi
Beberapa orang telah menceritakan kisah ini kepada saya, antara lain Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Fauzan Rahimahullah, yaitu kisah sekelompok anak muda bertubuh kekar dan berotot, tetapi karena kemewahan yang dinikmatinya dan masa muda yang dialaminya, mereka justru menjadi anak-anak yang durhaka. Mereka adalah anak-anak dari keluarga berada. Tiga orang dari
Ada salah seorang kakek bercerita kepadaku: Pada tahun 1374 H, telah terjadi suatu bencana besar, yakni ladang-ladang yang terletak di wilayah barat laut Buraidah diserang hama belalang. Kemudian beliau menuturkan ceritanya: Setelah mengetahui bencana tersebut akan menyerang ladang kami, seluruh warga desa kami berkumpul untuk mengadakan musyawarah, sementara wajah kami
Semalam, sebelum dimulai rapat RadioMuslim di Masjid Al Hasanah, guru kami, Ustadz Abu Saad menceritakan sebuah kisah Syaikh Albani dengan seorang dukun. Konon, dukun ini hendak menantang debat dengan Syaikh Albani mengenai pengetahuannya tentang ilmu gaib. Bahkan sang dukun pun menantang untuk mendatangkan media massa, TV, radio dan lain-lain. Syaikh
Tatkala Khalifah Harun Ar-Rasvid mendekati ajalnva, dia berkata kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, “Bawalah aku ke kuburku, agar aku bisa melihatnya!” Maka mereka pun membawanya. Ketika dia melihatnya dan menyaksikan ruangannya yang sempit, maka dia pun menangis tersedu-sedu dan membaca ayat: “Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang
Ketika Aswad bin Yazid mendekati ajalnya, dia menangis tersedu-sedu. Lalu dia ditanya, “Mengapa engkau tampak gelisah?” Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak gelisah? Atau siapakah yang lebih pantas dari aku untuk gelisah seperti itu? Demi Allah, andaikata engkau datang dengan membawa ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasti aku masih
Syadad bin al-Had mengatakan, seorang laki-laki Badui datang kepada Nabi shalallahi ‘alayhi wa sallam, lalu ia beriman kepadanya dan mengikutinya, lalu mengatakan, “Aku behijrah bersamamu.” Beliau pun berpesan kepada para shahabat mengenainya. Pada perang Khaibar, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam mendapatkan harta rampasan perang, maka beliau membagi-bagikannya dan membagikan kepada
Ada seorang temanku dari Riyadh yang bercerita: Kami mempunyai tetangga, yaitu sebuah keluarga pendatang. Orang tua mereka sudah tua. Keduanya biasa pergi ke Mekah dan tinggal di sana satu bulan atau lebih, sesudah itu pulang menemui anak-anak mereka lalu tinggal dalam waktu yang lama, kemudian kembali lagi ke Mekah, dan
Dia dulu merupakan seorang misionaris yang getol menyebarkan agama Nasrani, dengan menggunakan segala cara dan media; baik dengan menulis buku-buku yang berkaitan dengan agama Nasrani, maupun menggunakan kaset atau media lainnya untuk menyampaikan misi agama Nasrani. Karir kependetaannya dilakukan secara bertahap dan semua dilaluinya sampai ia benar-benar menjadi seorang pendeta
Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad shahih, hadits dari Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka akan Allah akan mempermudah jalannya rnenuju ke surga. Sesungguhnya Malaikat menghamparkan sayap-sayapnya bagi para penuntut ilmu (karena ridha dengan apa yang mereka perbuat
Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang