Madinah memiliki keutamaan yang tak terhingga, sejarah yang tidak terhitung luasnya, kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala dan Rasul-Nya. Banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan atsar para sahabat yang menguatkan kedudukannya, menjelaskan keutamaannya dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya. Banyak hadits dan do’a Nabi yang menerangkan bahwa kota Madinah
BERDIRINYA KOTA YATSRIB: Sumber literatur Arab sepakat bahwa Yatsrib adalah nama seorang lelaki dari keturunan Nuh ‘Alaihissalam. Lelaki ini yang pertama mendirikan negeri ini, sehingga diberi nama dengan namanya. Adapun sebab pendiriannya, menurut salah satu sumber riwayat bahwa daerah yang dihuni oleh sebagian anak Nabi Nuh ‘Alaihissalam setelah turunnya topan
Di samping menjadi salah satu imam madzhab yang diakui keilmuan dan kefakihannya, Imam Abu Hanifah juga dikenal sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibundanya. Salah satu sikap yang menunjukkan hal itu adalah kisah yang disebutkan oleh Khathib Al-Baghdadi dalam Târîkh-nya (15/487): Hujar bin Abdul Jabbar Al-Hadhrami mengatakan, “Di masjid kami
Di dalam bukunya, Al-Jazâ min Jinsi Al-‘Amal (1/535), Al-Affani menyebutkan kejadian tragis yang dialami oleh orang yang bakhil. Kisah nyata ini memberikan gambaran tentang dampak buruk kebakhilan dan bagaimana akhir kehidupan pelakunya. Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki dari daerah Ahsa’ bercerita, “Aku memiliki seorang tetangga yang bakhil. Ia sudah berusia
“Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, yang telah memuliakan tetangga dan memenuhi haknya.” (Si Pemuda) Kisah unik ini disebutkan oleh Khathib Al-Baghdadi dalam Târîkh-nya (15/487):Al-Qasim bin Ghassan berkata, “Abdullah bin Raja’ Al-Hadzdzani mengabarkan kepadaku, “Di Kufah, Abu Hanifah bertetanggaan degnan seorang pemuda tukang sepatu. Dia bekerja speanjang siang. Ketika tiba waktu
“Wahai Ibnu Ka’ab, apa yang akan kamu katakan jika kamu melihatku di dalam kubur setelah tiga hari.” (Umar bin Abdul Aziz rahimahullah) Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Sa’ad dalam bukunya, Ath-Thabaqât Al-Kubrâ (5/287): Dari Yahya bin Fulan, dia berkata, “Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi datang menemui Umar bin Abdul Aziz, dia berkata,
Kisah ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Shifat Ash-Shafwah (2/40): Al-Hasan bin Amr Al-Fazari berkata, “Pembantu Amr bin Utbah bercerita kepadaku, ‘Pada hari yang sangat panas, kami bangun dari tidur untuk mencari Amr bin Utbah dan kami mendapatinya sedang sujud di sebuah gunung, sedangkan awan menaunginya. Kami pun pernah pergi
Abu Sufyan: “Aku Tidak Pernah Melihat Suatu Kaum Yang Sangat Mencintai Sahabatnya Melebihi Para Sahabat Muhammad” Kecintaan para sahabat kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam adalah kecintaan yang tidak ada duanya. Mereka mencintai beliau melebihi kecintaan kepada orang-orang yang mereka kasihih dan sayangi. Pun, dengan kesetiaan mereka. Tidak ada seorang pun
Ahmad bin Muhammad bin Hani` Al-Faqih [1] Dia adalah Abu Bakar Al-Atsram Ath-Thai. Dikatakan berafiliasi pada suku Al-Kalbi Al-Iskafi Al-Hafizh. Dia adalah sahabat Imam Ahmad. Dia menghimpun dan menyusun banyak hadits. Dia melakukan takhrij terhadap kitab Al-‘Ilal. Dia memiliki beberapa pertanyaan yang dia tanyakan kepada Imam Ahmad. Abu Bakar Al-Khalal berkata,
Saat itu tepatnya tanggal 5 Oktober 2008, seorang gadis kecil Indonesia mengalami musibah yang luar biasa di negeri antah berantah nan jauh – Syria. Gadis kecil ini terjatuh dari ketinggian sekiar 15 meter dan terbanting-banting di anak tangga ampiteater Roma di Busrah. Karena kecelakaan ini gadis kecil tersebut mengalami pendarahan