Biara ini terletak di Busra, Kota di Negeri Hauran ,di Negeri Syam. Bushra atau Bushra asy-Syam adalah kota administrasi Damaskus dan merupakan ibukota distrik Hawran. Kota ini berlokasi di selatan Suriah. Peninggalan sejarah yang terkenal dari kota ini adalah gedung teater Romawi, biara pendeta Bahira, dan Mabrak an-Naqah (tempat menderum
Nama negara: Tadmur Tempat: Antara sungai Eufrat dan Damaskus Perkiraan masa pemerintahan: Permulaan abad ke-1 M – 271M Ibukota: Tadmur Pimpinan terkenal: Udzainah bin as Samaida’ pertama, Udzainah kedua, Zanubia (az-Zabba’) Peradaban: Pentas teater ala Romawi, ukiran, dan seni membuat bangunan Kepercayaan: Matahari dianggap sebagai tuhan paling agung, kemudian Lata. Sebagian mereka beragama Nasrani Sebab kehancuran: Konflik antara
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KELIMA: Berpikir Positif. Perhatikanlah dengan
Su’dah bintu ‘Auf rodhiyallaahu ‘anha, istri dari sahabat mulia Sa’ad bin Abi Waqqosh… Suatu hari suaminya masuk ke rumah dengan wajah yang sedih dan bermuram durja, kemudian dia bertanya kepada suaminya, “Ada apa gerangan wahai suamiku, aku melihat wajahmu sedih dan bermuram durja, ceritakanlah kepadaku masalahmu agar aku bisa meringankannya
Di antara dzikir (dari sekian banyak dzikir yang shohih) pagi dan sore yang diajarkan oleh Rosul adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari sahabat Utsman bin Affan rodhiyallaahu ‘anhu, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ
Nama Lengkap: Yusuf bin Ayyub bin Syadzi bin Marwan Julukan: Sultan an Nashir, Shalahuddin al Ayyubi Tahun Kelahiran: 532H/1138M Tempat Kelahiran: Tikrit – Irak Tahun Wafat: 589H/1193M Tempat Wafat: Damaskus Lingkup Hidup: Kesultanan Ayyubiyah – Khilafah Abbasiyah Musuh-Musuhnya: Orang-orang Salibis Dia adalah Raja Nashir Abu al Muzhafar Yusuf bin Ayyub
Nama negara: Al Anbath yaitu sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap didaerah Yordania hingga kesebelah utara Damaskus. Mereka dahulu menggunakan bahasa Aram untuk berkomunikasi. Tempat: Lembah Musa di Yordania Perkiraan masa pemerintahan: Permulaan abad ke-4 SM – 106 M Ibukota: Petra Pimpinan terkenal: Al Harits I, II dan III, Ubadah II dan III, Malik I, II dan
Babylon adalah negara-kota bagi Mesopotamia kuno, dan peninggalannya bisa ditemui di Al Hillah, Wilayah Babil, Iraq, lebih kurang 85 kilometer selatan Baghdad. Agama kepercayaan bangsa ini adalah menyembah dewa-dewa. Pada hari ini, hanya terdapat longgokan dan timbunan tanah serta kesan runtuhan bangunan dan batu-bata di tanah subur Mesopotamia di antara Sungai Tigris dan Sungai Furat di Iraq. Kota Babylonia dilihat dari
Byblos adalah salah satu pusat peradaban bangsa Finiq di Syam, Kota ini sekarang berada dibawah pemerintahan Lebanon, dengan nama Arab (جبيل Ǧubayl). Byblos diperkirakan didirikan sekitar tahun 5000 SM. Kini Byblos adalah kota modern, dan merupakan salah satu objek pariwisata di Lebanon Foto 01. Salah satu peninggalan bangsa Finiq. Foto 04. Masjid Sulthan Abdul
Bir Haddaj, terletak di Tayma, adalah salah satu sumur yang paling terkenal dari zaman kuno dan merupakan sebuah arsitektur yang luar biasa untuk sebuah daerah pada zaman itu. Sumur ini dikenal setidaknya pada pertengahan abad ke-6 SM, selama pendudukan Babel. Sumur ini sempat terkubur lama karena banjir yang melanda Tayma sampai Suleiman
Syaikh Shalih Abu Islam (salah satu murid Al Imam Al Albany) mengatakan dalam video berikut ; Di suatu hari Al Imam Al Albany shalat jum’at bersamaku di masjidku pada jumat terakhir bagi beliau sebelum beliau wafat. Kemudian aku berkhutbah dan aku mengatakan sebuah pernyataan yang tidak aku sengaja. Ketika aku
Kumail bin Zayyad An-Nakha’i [1] berkata, bahwa Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu menggandeng tanganku kemudian mengajakku keluar ke arah dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi, Ali bin Abu Thalib duduk kemudian menarik nafas panjang, ia berkata, “Hai Kumail bin Zayyad..Sesungguhnya hati adalah wadah, dan hati