Tahukah anda.. Pada saat perang Tabuk, Utsman bin Affan menyumbangkan 300 ekor unta serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas 300 ekor unta x Rp 12.000.000,00 = Rp 3.600.000.000,00 1000 dinar x 4,25 gr = 4250 gr x Rp 500.000,00 = Rp 2.125.000.000,00 Total Rp.5.725.000.000,- (Lima milyar tujuh ratus dua puluh
Masjid Ibrahimi adalah sebuah masjid di kota Hebron (Al-Khalil). Di sisi masjid ini terdapat ruangan yang di dalamnya ada beberapa makam para Nabi. Makam yang terkenal adalah makam Nabi Ibrahim dan istrinya, Sarah. Sedangkan Al-Khalil adalah gelar bagi Nabi Ibrahim, yang selengkapnya disebut “Khalilullah” (artinya, Kekasih Allah). Karena itu kota Hebron dinamakan Al-Khalil,
Fir’aun sangat sombong sebagai orang yang telah membesarkan Musa, maka Fir’aun mendustakan ayat-ayat yang dibawa oleh Musa dari sisi Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala serta menuduhnya telah bermain sihir. Fir’aun pun menantang Musa, maka Musa berkata kepadanya, “.. waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hariraya dan hendaklah dikumpulkan
Ini kisah nyata dari Amerika (US) tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab. Suatu hari muslimah ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman. Suasana jalan sepi. Ia melewati jalan pintas. Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu
Berapa yang dikeluarkan Abu Bakar ash Shiddiq ketika membebaskan Bilal bin Rabah dari perbudakan? Ketika itu Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya. 1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas 285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00 Dan itu
Ketika Syaikh Bin Baz -rahimahullah- menafsirkan firman Allah (Dan ingatlah, ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Ka’bah) bersama Ismail, seraya mereka berdo’a ” Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) 5 menit lebih Syaikh menangis, dan beliau hanya berkata: “Perintah khusus (membangun
Di sebuah kelas di Lipia, seorang mahasiswa bercerita di hadapan syaikh dan teman-temannya. Ini gilirannya untuk maju mengisahkan tentang kota masing-masing. Namun dia lebih memilih untuk berbicara tentang kampungnya. “Kampung kami,” Demikian ia mulai pembicaraan dengan bahasa arab. Maklum karena syaikh tidak paham bahasa Indonesia. Bahasa resmi di Lipia adalah
Konon Ahmad adalah bocah yang sulit diatur… sifatnya yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain. Sutau ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya; “Nih, tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku di pagar itu” kata
MOHON DI BACA DAN DIRENUNGI BERDASARKAN REALITA KITA DENGAN SEKSAMA George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah. George aktif menyimak berita di radio. Istrinya
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KEEMPAT: Mendahulukan Solusi Praktis. Orang
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KETIGA: Bersungguh-sungguh Dalam Berkarya Dan
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KEDUA: Mendahulukan Kepentingan Publik DI Atas