Akhlak Ulama Terhadap Gurunya

Salah seorang guru disuatu sekolah bercerita tentang murid nya Seorang Ulama Besar di Madinah, mempunyai Majelis di Masjid Nabawi.

Guru nya ini adalah guru Syaikh tersebut ketika waktu smp atau sma. Suatu ketika Syaikh itu (yakni muridnya) sedang berada di Majelis nya dikelilingi oleh padat para penuntut ilmu yang sedang ingin mengambil faidah darinya.

Maka guru -waktu smp/sma- syaikh ini lewat di majelis tersebut…. sambil melihat kerumunan orang ramai yang ternyata itu adalah majelis murid nya.

Maka Syaikh ini melihat guru smp nya lewat di dekat majelisnya, maka Syaikh ini meninggalkan majelisnya dan menghampiri guru smp nya tadi, Syaikh itu mengucapkan salam kepada guru nya, dan merangkulnya dan berkata kepada orang yg hadir di majelis : “Beliau ini adalah guru saya, beliau mempunyai andil / jasa pada diri saya.”

—oOo—

Jika di bandingkan, Guru itu dengan Murid nya yang sudah menjadi Ulama, maka ilmu guru nya tidak ada apa-apa nya. Akan tetapi seperti itulah Akhlaq para Ulama, menghormati guru2 nya dan orang2 yg mempunyai jasa terhadap diri nya.

Bagaimana dengan kita? sudahkah kita menghormati guru2 kita yg mengajarkan alif, ba, sampai ya di waktu TPA, dll…?

Tidaklah seseorang itu dikatakan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Sampai dia bersyukur kepada manusia.

=

Dikutip dari status Prima Ibnu Firdaus Al-Mirluny, seperti yang dikisahkan oleh Ustadz Abu Salma Rifandry hafizhahullah.

Dipublikasikan kembali oleh : www.kisahislam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Comments
All comments.
Comments