Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki muslim yang disandera. Dia menjadi pelayan dua orang pendeta, dan dia adalah seorang hafizh (hafal AI-Quran). Apabila ia sedang membaca Al-Quran, dua orang pendeta itu bergetar hatinya dan menangis, sehingga akhirnya keduanya masuk Islam. Namun orang muslim tali justru rnasuk agama Nashrani. Dikatakan kepadanya, “Kembalilah memeluk agamamu yang pertama (Islam), itu lebih baik”. Namun ia tidak kembali memeluk Islam, lalu meninggal dalam keadaan Nashrani.
Mari kita berdo’a kepada Allah Ta’ala agar dianugerahi husnul khatimah.
Sofyan Ats-Tsauri berkata: “Aku pernah melihat seorang laki-laki tengah memegang kain Ka’bah seraya berucap “Ya Allah, selamatkanlah! Selamatkanlah!”.
Lalu aku berkata: “Wahai saudaraku! Ada apa denganmu?”.
la menjawab: “Kami empat orang muslim bersaudara, lalu meninggal tiga orang di antara kami. Ketiganya meninggal dalam keadaan sesat. Sekarang hanya tinggal aku seorang, namun aku tidak tahu keadaan yang bagaimana nantinya aku menutup hidupku”.
Ibnu Jauzi pernah menceritakan bahwasanya ia pernah melihat seseorang yang tengah sakit parah. Kemudian sakitnya semakin parah, lalu ia sesat. Ketika dalam keadaan sakit parahnya ia berucap “Tuhan telah mengubah nasibku dengan musibah-musibah yang diberikanNya. Jikalau ia memberiku surga Firdaus sekalipun, itu belumlah cukup untuk menggantikan penderitaan yang aku rasakan”.
la tidak tahan terhadap cobaan-cobaan itu yang membuatnya merasa menderita dan tidak dapat bersabar. Kami berlindung kepada Allah (dari hal tersebut).
Sumber: Kisah-Kisah Su’ul Khotimah, Manshur bin Nashir al-‘Awaji
Artikel: www.KisahIslam.net






