Dalam sebuah hadits disebutkan, “Pada hari Jum’at, ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim berdoa kebaikan pada waktu tersebut, melainkan pasti dikabulkan”. Pendapat yang paling kuat, waktu tersebut adalah sebelum tenggelam matahari sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Abu Hurairah, ‘Atha dan Thawuus.
@AbdulazizTarifi Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA
Di antara ciri-ciri orang yang sok paham ialah melecehkan sebagian cabang ilmu Syar’iyyah. Karena orang yang sok paham akan melecehkan ilmu yang dia tidak ketahui agar ia selamat, dan tidak perlu menjelaskan ilmu tersebut kepada murid-muridnya.
@aissambachir Dr. ‘Isham Basyir, engineer telekomunikasi di Maroko, sekaligus doktor dalam bidang fiqh dan ‘ushul fiqh
Maksiat besar yang dilakukan dengan diiringi keyakinan akan keharaman maksiat tersebut, lebih ringan ketimbang melakukan maksiat kecil tapi diakui sebagai bagian dari syariat. Mengklaim maksiat kecil sebagai bagian dari syariat, adalah dosa besar.
@AbdulazizTarifi Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA
Jika engkau hendak menulis twit (termasuk update status dll –pent) yang berbicara tentang syariat Allah atau berbicara mengenai makhlukNya, maka pikirkan dan renungkan sebelumnya ayat ini, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban” (QS. Al Isra: 36)
@almohannam Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Muhanna, anggota Institut Ilmu Kehakiman Saudi Arabia (bagian dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud), dan salah seorang da’i di Kementerian Urusan Islam, KSA
Sesuatu yang paling agung yang Allah wajibkan kepada hamba-hamba-Nya setelah dua kalimat syahadat, adalah sholat. Al Marwazi dan Ishaq menyebutkan bahwa para sahabat telah ijma’ bahwa meninggalkan sholat adalah kekufuran. Namun perselisihan pendapat (tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat –pent) terjadi setelah zaman para sahabat.
Dulu para sahabat nabi saling mengingatkan dan mengajarkan tata cara shalat seperti Nabi. Maka wajib juga bagi setiap mukmin untuk bersemangat mempelajarinya, kemudian mengajarkannya kepada saudaranya dan penghuni rumahnya, sembari terus mengingatkan mereka untuk melakukan shalat. Bahkan para sahabat ada yang shalat di luar waktunya dalam rangka mengajarkan tata cara shalat Rasulullah seperti yang disebutkan sebuah hadits dalam Ash Shahih (yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari) dari sahabat Abu Humaid As Sa’idi.
@Alsaadaaa Fadhilatus Syaikh Al Muhaddits Abdullah bin Abdurrahman As Sa’ad, murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu ta’ala, pengampu web http://www.alssad.com/ lihat biografi selengkapnya di sini
Setiap kita akan berpindah ke kehidupan lain (mati –pent) yang tersisa tinggal apa yang kita tulis. Maka beruntunglah bagi siapa yang tulisannya menghasilkan kebaikan dan memperpanjang kebaikannya walaupun amalnya sudah terputus. Dan celakalah mereka yang tulisannya justru menjadi laknat baginya di alam kuburnya.
@yalshubaily Dr Yusuf Al Syubailiy, Riyadh, pengajar fiqh di Ma’had ‘Ali (perguruan tinggi) Hukum, anggota Asosiasi Ahli Fiqh Syari’ah Amerika
Jika sempit hatimu karena kegundahan, dan selalu timbul kegelisahan, maka bergantunglah Yang Maha Berkehidupan “Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.” (QS. Yunus: 107)
@yalshubaily Dr Yusuf Al Syubailiy, Riyadh, pengajar fiqh di Ma’had ‘Ali (perguruan tinggi) Hukum, anggota Asosiasi Ahli Fiqh Syari’ah Amerika
Kenalilah Rabbmu, Luqman telah mengenalkan Allah pada anaknya semasa kecil, “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)
@Dr_Alshathry Dr. Sa’ad Asy Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh
Yahya bin Mu’adz berkata, “Barang siapa berkhidmat untuk Allah, niscaya segala sesuatu akan berkhidmat untuk dirinya. Siapa yang menangis karena Allah, segala sesuatu akan menangis karena melihatnya”.
@mishari_alafasy Syaikh Misyari Rasyid Al Afasy, qari’ yang masyhur di Timur Tengah dan Indonesia, Imam Masjid besar Kuwait dan alumnus Universitas Islam Madinah Fakultas Studi Islam dan Al Qur’an
Di antara kata mutiara, jika ada orang yang memuliakanmu karena engkau memiliki harta atau kekuasaan, maka jangan terperdaya, sebab sikapnya akan hilang kalau kau sudah tak berharta dan tak berkuasa. Tapi berilah respek apabila ada orang yang menghormatimu karena agama dan adab (Ibnu Muqfi’)
@_salehalsultan Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia
Setiap kita akan berpindah ke kehidupan lain (mati –pent) yang tersisa tinggal apa yang kita tulis. Maka beruntunglah bagi siapa yang tulisannya menghasilkan kebaikan dan memperpanjang kebaikannya walaupun amalnya sudah terputus. Dan celakalah mereka yang tulisannya justru menjadi laknat baginya di alam kuburnya.
@yalshubaily Dr Yusuf Al Syubailiy, Riyadh, pengajar fiqh di Ma’had ‘Ali (perguruan tinggi) Hukum, anggota Asosiasi Ahli Fiqh Syari’ah Amerika
Kalau bertentangan pada dirimu, antara mendapatkan keridhaan makhluk atau keridhaan Sang Khaaliq, maka ingat-ingatlah ayat, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih berhak untuk mereka cari keridhaan-Nya, jika mereka orang-orang yang beriman” (QS. At Taubah: 62)
@dr_almuqbil Dr. Umar Al Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al Qur’an, Saudi Arabia.
Awas! Kalau kau coba-coba sembunyikan dalam hatimu seseuatu yang mengundang kemurkaan Allah dan kau bertekad melakukannya, hati-hati akan datangnya hukuman. Seperti kalau engkau berniat untuk menyakiti saudaramu atau hasad kepadanya. “Dan Ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu” (QS. Al Baqarah: 235)
@Dr_Alshathry Dr. Sa’ad Asy Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh
Barang siapa menuduh seseorang dengan tuduhan kekafiran atau berkata, ‘wahai musuh Allah’ padahal kondisinya tidaklah demikian maka perkataan itu bisa kembali kepada yang menuduh” (Muttafaqun ‘alaihi) maka memvonis kafir atau bid’ah atau sesat, adalah sesuatu yang amat besar di sisi Allah.
@_salehalsultan Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia
Qatadah berkata tentang firman Allah, “Dan orang yang keadaannya melampaui batas” (QS. Al Kahfi: 28) yaitu menyia-nyiakan dirinya dan lalai, engkau lihat orang tersebut menjaga hartanya dengan baik, tapi dia menyia-nyiakan agamanya.
@mishari_alafasy Syaikh Misyari Rasyid Al Afasy, qari’ yang masyhur di Timur Tengah dan Indonesia, Imam Masjid besar Kuwait dan alumnus Universitas Islam Madinah Fakultas Studi Islam dan Al Qur’an
Sumber: Twit Ulama






