Kisah Cinta & Keluarga

Menceraikan Lima Wanita Sekaligus

Al-Ashma’i pernah bercerita tentang seorang suami yang memiliki empat istri dan dia sosok suami yang bersifat kasar. Suatu saat dia pernah mendapati empat istrinya sedang berkelahi dan ribut, maka dia mengatakan, “Sampai kapan kalian ribut seperti ini? Saya yakin ini adalah karena ulahmu! (Sambil menunjuk seorang istrinya). Pergilah dariku karena aku telah menceraikanmu!”

Mendengar kata talak, istri kedua mengatakan, “Engkau terburu-buru menceraikannya, andai saja engkau menghukumnya dengan selain talak, niscaya akan lebih bagus.” Suaminya malah menjawab, “Kamu juga saya ceraikan!!”

Mendengarnya, istri ketiga mengatakan, “Semoga Allah menjelekkanmu, kedua istrimu itu sangat baik denganmu, mereka berdua selalu memuliakanmu, kenapa kamu begitu tega menceraikan keduanya?!” Suaminya menjawab, “Kamu juga sok membela keduanya, saya ceraikan kamu juga.”

Istri keempat yang dikenal dengan kelembutan mengatakan, “Nanti engkau akan menyesal karena telah menceraikan istri-istrimu.” Suaminya menjawab, “Kamu juga saya ceraikan sekarang.”

Ternyata kejadian tadi didengarkan oleh istri tetangga rumah yang muncul tiba-tiba seraya mengatakan, “Demi Allah, bangsa Arab tidak menilai kalian lemah kecuali karena melihat perbuatan kalian, masak kamu menceraikan empat istrimu dalam satu waktu sekaligus!!”

Dia menjawab, “Kamu juga wahai wanita yang ikut-ikutan membela, diceraikan, jika suamimu menyetujuinya.”

Ternyata suami tetangga tersebut menjawab dari rumah, “Sava telah setuju, saya telah setuju!!!”

(Daulah Nisa’ hlm. 646 oleh al-Burquqi)

Di antara faedah fiqih kisah ini bahwa talak model seperti ini adalah sah, hanya saja yang menjadi masalah adalah apakah suami menjatuhkannya dalam keadaan emosi dan marah? Jika benar demikian maka hal ini kembali kepada perselisihan ulama tentangnya. Imam Ibnul Qayyim menulis risalah khusus tentang hukum talak suami yang menjatuhkannya dalam keadaan emosi berjudul Ighatsatul Lahfan fi Hukmi Thalaq al-Ghadhban.

Sumber: Majalah al Furqon, Edisi 6 Tahun Keduabelas, Muharram 1434, Hal.53, Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Artikel: www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia