Di sebutkan dalam kitab “Tahdzibul Kamal” karangan al-Mizzi jilid yang ke 7/481 sebuah kisah ketika penulis sedang menjelaskan biografi ahli ibadah, orang yang zuhud ahli fikih Haiwah bin Suraih bin Shofwan at-Tajiibi Abu Zur’ah al-Mishri rahimahullah, berikut nukilannya: Berkata Ahmad bin Sahl al-Urduni bahwasanya beliau mendengar dari Khalid bin al-Fizri
Fitnah perempuan atas laki2, itu yang sering kita dengar. Fitnah laki2 atas perempuan juga tidak kalah hebatnya. Fitnah kecantikan perempuan, begitu pula fitnah ketampanaan laki-laki. Syaikh Hamid Akram Al-Bukhori hafidzahullah bercerita tentang hal itu pada waktu qiraah Shahih Imam Muslim. Syaikh Abdullah al-Muthlaq hafidzahullah salah seorang ulama besar saudi ditelepon
“AL-MAUT” Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian Ia tidak memiliki teman Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya Kita tidak akan bisa berlari, ataupun bersembunyi darinya Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh Ia tidak memilki waktu
Diriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu pernah melewati seorang laki-laki yang melakukan dosa sementara orang-orang mencelanya, maka beliau berkata, “Seandainya orang itu ada di bibir sumur, apakah kalian menyelamatkannya sehingga tidak terjatuh ke dalamnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Maka jangan mencaci saudara kalian, pujilah Allah yang telah membersihkan kalian
Di sebutkan dalam kitab “Siyar A’lamu Nubala” karangan Imam adz-Dzahabi pada jilid yang ke 15/507 sebuah kisah manakala beliau sedang menjelaskan biografi Imam ahli zuhud di negeri andalus (sekarang spanyol) Abu Wahb rahimahullah ta’ala. Kisah ini di riwayatkan dari Abu Ja’far bin Aunillah, di mana beliau mengatakan: “Saya pernah mendengar
Di sebutkan dalam kitab “Iqtidho’ul Ilmi al-Amal” karangan al-Hafidhz Khatib al-Baghdadi hal 114, sebuah kisah yang di riwayatkan dari Yusuf bin Asbaath di mana beliau berkata, “Muhammad bin Samuroh as-Saaih pernah menulis surat kepada saya, berikut isi suratnya: “Saudaraku, hati-hatilah dirimu dari senang menunda-nunda perkara yang bisa kamu kerjakan yang
Mutiara ini di ambil dari kitab “Ihya Ulumudin” karangan Imam Abu Hamid al-Ghozali pada jilid yang ke 3/36, di mana beliau pernah bertutur: “Sesungguhnya manusia yang paling wara‘, paling takwa dan paling berilmu di antara mereka adalah orang yang tidak pernah melihat pada orang lain dalam satu pandangan, namun dia
Di jelaskan dalam kitab “Zuhud” karangan Abdullah bin Mubarak rahimahullah hal 491. Dari Umar bin Khattab radiyallahu anhu bahwasanya beliau pernah berkata: “Jangan coba-coba engkau menjerumuskan dirimu ke dalam perkara yang tidak ada gunanya, menyingkirlah dari musuhmu, ketika meminta bantuan untuk menjaga barangmu maka pilihlah orang yang bisa di percaya,
Ibnu Al Jauzi rahimahullah memberi nasihat agar manusia menyadari kemuliaan waktunya dan harga waktunya, maka ia hendaklah tidak mensia-siakannya walau sebentar kecuali untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hingga ia memprioritaskan yang paling utama dari perkataan dan perbuatan. Ibnu Al Jauzi juga menyebutkan bahwa sebagian para pendahulu juga tidak mensia-siakan waktu
Ada anak berkata pada bapaknya: “Ada tukang sampah di depan pintu”. Bapaknya menjawab: “Wahai anakku, kitalah tukang sampah dan dia ahli kebersihan yg datang membantu kita” #Page “Haula Al-‘Alam” via Status Nasehat Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Imam Al Ghazali menyatakan di dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin, 1/69, ”Barang siapa diam karena tidak tahu dan itu dilakukan karena Allah maka pahalanya tidak lebih sedikit dibanding siapa yang berbicara, karena pengakuan atas ketidaktahuan lebih berat bagi hati.” (hidayatullah.com) Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Ibnu Mas’ud rodhiyallaahu ‘anhu berwasiat kepada rekan-rekannya, beliau berkata, “Jadilah kalian sumber-sumber ilmu, lampu-lampu petunjuk, tikar-tikar rumah, obor-obor malam, berhati besar, berpakaian sederhana, dikenal di langit dan tidak dikenal di antara penduduk bumi.” Bila ada yang berkata, ini mengandung keutamaan ketidaktenaran dan celaan terhadap kemasyhuran, lalu adakah kemasyhuran yang lebih