Saya teringat kejadian dalam pesawat ketika bertolak dari Inggris, bersama seorang Syaikh yang sering mengisi di sebuah stasiun televisi (Saudi). Selama perjalanan kami duduk bersama di pesawat. Di sebelah kami duduk seorang pria warga negara Inggris, di sebelahnya lagi duduk seorang wanita, yang juga warga negara Inggris. Cara berpakaiannya seronok,
Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang berkata kepada bapaknya, ‘Saya ingin menikahi seorang gadis yang pernah saya lihat. Dan sungguh kecantikan dan sihir matanya telah membuatku takjub.’ Maka sang ayahpun membalasnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, seraya dia berkata, ‘Dimanakah gadits tersebut, agar aku bisa melamarkannya untukmu wahai putraku?’ Maka
Seorang panglima perang, Muhallab bin Abi Shufrah, berjalan dengan sombong di depan seorang ulama tabi’in, Malik bin Dinar (wafat tahun 130 H). Maka Malik bin Dinar bertanya, “Tidakkah engkau mengetahui itu adalah cara berjalan yang dibenci oleh Allah kecuali saat berjalan di antara dua pasukan yang akan bertempur?” Muhallab marah
Malik bin Dinar* rahimahullah suatu saat melihat bahwa ada seorang wanita yang memasuki rumah beliau dan mencuri mushaf serta pakaian. Mengetahui hal itu, beliau memutuskan untuk mengikuti si wanita. Setelah menemui wanita tersebut Malik bin Dinar menyampaikan,”Ambilah baju itu, namun mushafnya kembalikan dan engkau tidak perlu takut.” (Tanbih Al Mughtarrin,