Umar memiliki firasat dan pandangan jauh ke depan yang jarang didapati pada siapapun di dunia ini. Ia merupakn sebuah nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada Al Faruq radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini adalah contoh yang menandingi matahari dalam kecermelangan dan cahayanya. Ia menjelaskan kepada kita sejauh mana ketajaman firasat dan pandangan
Dikisahkan, ada seorang tukang bekam bercerita kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Umar adalah seorang yang disegani. Lalu Umar berdehem, maka tukang bekam itu kencing di kainnya. Akhirnya ‘Umar memerintahkan agar dia diberikan empat puluh dirham. [Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad III/287] Dikutip dari: Shahabat- Shahabat Rasulullah Jil.1 hal.223-224, Syaikh Mahmud
Semakin bertambah rasa takut seorang hamba kepada Rabb-nya ‘azza wa jalla, maka Allah akan menanamkan rasa segan terhadapnya di hati orang-orang yang ada disekitarnya. Inilah Al Faruq Umar ini, Allah ta’ala membuat para syaithan takut kepadanya…Begitu melihat ‘Umar, dia langsung menjauh karena takut kepadanya! Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu
Perang Uhud tiba, ‘Abdullah bin Jahsy dan kawannya Sa’ad bin Abi Waqqosh dalam perang ini mempunyai cerita yang tidakterlupakan. Biarkan kesempatan ini kita berikan kepada Sa’ad, biar beliau sendiri yang menyampaikan ceritanya dan cerita kawannya. Sa’ad bin Abi Waqqosh berkata, “Di perang Uhud, aku bertemu dengan ‘Abdullah bin Jahsy, dia
Al ‘Auzai berkata: “Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah keluar di tengah kegelapan malam, lalu dilihat oleh Thalhah. Umar memasuki sebuah rumah lalu masuk ke rumah lainnya. Pada keesokan harinya Thalhah pergi kerumah itu, ternyata didalamnya terdapat seorang nenek yang buta dan lumpuh. Ia bertanya, “Mengapa orang itu datang kepadamu?”
Dari Abu Darda’ radhiyallahu anh, ia bercerita, “Ketika aku sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tampak Abu Bakar datang sambil mengangkat bagian bawah pakaiannya hingga lututnya kelihatan. Melihat hal itu, Nabi berkomentar, “Temanmu ini (yaitu Abu Bakar) habis bertengkar.” Tidak lama kemudian, Abu Bakar mengucapkan salam dan berkata,
Oleh: al Ustadz Abu Humaid Rosyid an Nashr Ketika Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu sampai pada sebuah telaga di jalan yang menuju ke daerah Ilya’, sedangkan ada pada beliau sebuah gamis dari bahan kain kasar yang telah digambar dan tepi ujung gamis itu terbakar. Maka Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Panggilkan
Musim paceklik yang sangat dahsyat pernah terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab. Melihat keadaan seperti itu Umar bin Khaththab keluar bersama kaumnya dan melaksanakan shalat dua rakaat (shalat Istisqa’). Kemudian dia menyilang dua ujung selendangnya, dia memindah yang kanan ke kiri, dan yang kiri ke kanan, lalu dia membentangkan