Gadis ini berkata, “Aku murid Tsanawiyah, tinggal di Uni Emirat Arab yang punya kebanggaan tersendiri bagiku. Di negara inilah Allah tunjukkan hidayah-Nya kepadaku. Sejak kedatanganku ke daerah ini, aku sudah sangat lekat dengan “guru yang terhormat,” televisi. Aku tidak bisa meninggalkannya walau sesaat. Aku tidak bisa tidak menyaksikan acara sinetron,
Abu Nu’aim berkata:”Abu Ahmad Al-Hakim telah menceritakan kepada kami, Ibnu Khuzaimah telah menceritakan kepada kami, Imran bin Musa telah menceritakan kepada kami, Abdul Warits telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Juhadah telah menceritakan kepada kami, Nu’aim bin Abu Hindin telah menceritakan kepada akmi, dari Abu Hazim, dari Husein bin Kharijah
Abdurrazzaq berkata: “Aku pernah mendengar An-Nu’man bin Az-Zubeir Ash-Sha’ani menuturkan bahwa Muhammad bin Yusuf atau Ayyub bin Yahya pernah mengutus seseorang untuk menemui Thawus dengan membawakan tujuh ratus atau lima ratus dinar. Maka kepada utusan itu dipesankan: “Kalau Syaikh (Thawus) mengambilnya, maka sang Amier akan berterima kasih kepadamu dan akan
Di Perancis setelah mengambil barang belanjaan di supermarket, ukhti yang memakai Niqab (cadar) berdiri dalam antrean untuk membayar. Setelah beberapa menit, giliran datang di meja kasir. Gadis petugas kasir adalah orang Arab yang tidak memakai Hijab (jilbab) dan seorang Muslim, mulai memindai item dari Ukhti Ber-Niqab satu per satu, dan
Seorang artis terkenal juga penari, Haalah ash-Shaafy menceritakan kisah kenapa ia meninggalkan karirnya di dunia seni dan memilih untuk bertaubat serta bagaimana ketenangan jiwa yang ia rasakan. Dengan gaya bahasa yang menyentuh, ia menceritakannya dalam sebuah wawancara di sebuah majalah, “Suatu hari, seperti biasa aku melakukan adegan menari di salah
“Semua penumpang nomer penerbangan … dengan tujuan … diharap segera menuju tempat pemberangkatan, bersiap tinggal landas.” Suara itu menggema di setiap sudut bandara. Salah seorang dai kebetulan juga duduk di sanag, mengemasi kopernya dan bertekad pergi ke bumi Allah yang luas untuk berdakwah. Mendengar panggilan itu, tiba-tiba hatinya merasa marah.
Yaqthan Madinatur Riyadh menjalani hidup dengan hura-hura tanpa makna, hanya sedikit sekali mengenal Allah. Sudah bertahun-tahun ia tidak pernah masuk masjid, bahkan tidak pernah bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala walau sekali. Ternyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak membukakan pintu taubat di hatinya melalui putri mungilnya. Ia bercerita, “Aku biasa
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal. Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.” Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah
Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam
Al-Fadhl bin Yahya Rahimahullah adalah orang paling berbakti pada ayahnya. Puncaknya terpancar ketika keduanya berada dalam penjara. Yahya tidak berwudhu kecuali dengan air hangat. Tetapi di malam yang dingin, sipir penjara melarang mereka membawa kayu bakar. Nah, ketika Yahya tidur, Al-Fadhl bangun mengambil tempayan dan memenuhinya dengan air. Setelah itu,
Thawus Al-Yamani Rahimahullah berkata, “Seseorang mempunyai empat orang anak. Tiba-tiba ia jatuh sakit. Salah seorang dari anaknya berkata, ‘Rawatlah ia, tetapi tidak berhak mendapatkan apa-apa dari warisannya. Atau, aku yang merawatnya, biarpun tidak berhak mendapatkan apa-apa dari warisannya.’ Mereka berkata, ‘Engkau saja yang merawatnya, dan engkau tidak berhak mendapatkan apa-apa
Al-Hasan berkata, “Adalah seorang perempuan lacur, tak seorang pun bisa menggagahinya kecuali dengan uang seratus dinar. Suatu ketika, seorang remaja ahli ibadah melihatnya. Ia pun terpesona. Maka, pergilah ia bekerja untuk mengumpulkan uang seratus dinar. Setelah itu, ia mendatanginya seraya berkata, ‘Engkau telah memesonaku. Aku pun bekerja supaya mengumpulkan uang