Abdurrahman ibn Aban ibn Utsman ibn Affan dan Abdul Aziz ibn Abi Hazim keduanya wafat ketika sujud dalam shalat. [Lihat Tahdzibut Tahdzib] Zurarah ibn Aufa pernah mengimami shalat Shubuh, ketika sampai pada ayat: فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ “Maka apabila sangkakala ditiupkan.” [QS Al Muddatstsir [78] : 8] Beliau langsung pingsan
Ada sebuah kisah menarik, ada seseorang masyarakat biasa di kota Syam pernah melihat Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam di alam mimpi. Kemudian orang tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku tentang shalat sebagaimana shalat engkau.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau kamu ingin shalat seperti shalatku, maka bacalah buku
Dia pernah mengatakan, “Saya ingat ketika saya baru dilahirkan oleh ibu saya, sepertinya saya keluar dari kegelapan menuju sinar, kemudian saya menuju kegelapan lagi.” Tatkala ditanyakan kepada ibunya, dia menjawab, “Benar, tatkala dia baru lahir, saya tidak memiliki sesuatu untuk menutupinya sehingga saya meletakkannya dibejana.” Ibn al-Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ini
Muhammad bin Sirin bertutur : Harga kurma di zaman pemerintahan Utsman mencapai 1000 dirham. Maka Usamahpun menuju ke pohon kurna miliknya lalu iapun melobanginya lalu ia keluarkan jantung kurmanya lalu ia memberikannya kepada ibunya untuk di makan. Orang-orang pun bertanya : “Apakah yang mendorongmu melakukan hal ini?, padahal engkau tahu
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Riyadh. Tapi sang pelaku berharap kisahnya dapat disebarkan agar dapat memberikan manfaat kepada siapa pun. Dahulu aku adalah seorang remaja putri yang nakal. Aku mengecat rambutku dengan warna warni setiap waktu dengan mengikuti mode yang sedang trend. Aku juga mengenakan pewarna kuku yang
“Afif, sekarang giliranmu untuk maju.” Tutur syaikh saat itu sambil meminta Afif untuk menjelaskan tugas yang diberikan beberapa hari yang lalu. Afif, ikhwan asli Jakarta itu, segera maju memperbaiki posisi kacamatanya dengan tangan kanannya yang dihiasi jam tangan hitam. Ia mulai menjelaskan namun terbata-bata. Seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal lidahnya
Di antara dzikir (dari sekian banyak dzikir yang shohih) pagi dan sore yang diajarkan oleh Rosul adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari sahabat Utsman bin Affan rodhiyallaahu ‘anhu, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ
Ini kisah nyata dari Amerika (US) tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab. Suatu hari muslimah ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman. Suasana jalan sepi. Ia melewati jalan pintas. Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu
Syaikh Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafidzahullah mengisahkan bahwa: “Di sebuah kampung kecil yang terletak di sebelah timur kota Madinah saya pernah melihat seutas tali yang membentang dari sebuah rumah ke pintu masjid. Maka aku pun bertanya mengenai hal tersebut. Dan dikatakan bahwa rumah itu adalah milik seorang
Sahabat dekatku (seorang polisi di kota Madinah) bercerita kepadaku kemarin malam di masjid Nabawi setelah isya, tanggal 19 Desember 2013): “Pamanku, kakak ayahku adalah seorang yang sangat berbakti kepada ayahnya. Pada suatu hari –seperti kebiasaannya- ia menyiapkan sendal/sepatu dan memakaikan sendal ke kedua kaki ayahnya. Namun pada saat itu, ada
Dialah Fudhoil bin ‘Iyaadh. Nama lengkap beliau adalah Fudhoil bin ‘Iyaadh bin Mas’uud bin Bisyr At-Tamimi Al-Yarbuu’iy. Kunyah beliau adalah Abu ‘Ali, seorang ulama dan muhaddits besar yang hidup pada abad kedua, dan beliau wafat pada tahun 187 H. Banyak ulama besar yang mengambil ilmu dan meriwayatkan hadits dari beliau.