Telah ditemukan jenazah satpam gedung bioskop dengan bersimbah darah di rumahnya. Adapun istrinya dalam keadaan terikat dengan beberapa tusukan pada tubuhnya. Kemudian, istrinya yang sekarat dilarikan ke salah satu rumah sakit. Para polisi telah bersungguh-sungguh mencari pelaku pembunuhan ini. Akan tetapi, hasil penyelidikan yang terkumpul tidak memberi manfaat apa-apa. Sudah
Ada seorang lelaki berkebangsaan Eropa memeluk Islam. Ia senantiasa berkata jujur dan bangga dengan keislamannya. Di setiap pertemuannya, is senantiasa menampakkan, keislaman dirinya di hadapan khalayak tanpa rasa ragu ataupun malu. Dia menuturkan, “Salah satu lembaga pemerintahan di negaraku suatu hari memasang pengumuman yang berisi, ‘Dicari seorang pegawai…. “‘ Dia
Seorang laki-laki dari Syam datang dan berkata, “Tunjukkan kepadaku Shafwan bin Sulaim karena aku melihatnya telah masuk surga.” Aku bertanya, “Dengan apa ia masuk surga?” Mereka menjawab, “Dengan selembar kain yang ia pakaikan kepada seseorang. “ Shafwan pun ditanya tentang kisah selembar kain tersebut, kemudian ia menjawab, “Ketika itu, pada
Suatu hari, Gubernur Mesir memanggil Ali bin Muhammad bin Al-Furat, kemudian dia berkata, “Celaka kamu, niatku menghadirkanmu kali ini adalah buruk. Selama ini aku senantiasa ingin menangkap dan memenjarakanmu, tetapi aku senantiasa bermimpi engkau menghalangiku dengan sepotong roti. Aku memimpikanmu selama berhari-hari. Aku ingin menangkapmu, tetapi selalu saja kamu menghalangiku.
Dr. Sayid Husain Al-Afanie menulis dalam bukunya yang berjudul AI-Jazaau min Jinsil Amal (Balasan itu Sesuai dengan Jenis Amalnya) kisah berikut ini, yang beliau sadur dari Syaikh Abdurrahman bin Aqil Adz-Dzahiri, dari Syaikh Mahfudh Asy Syanqathi–Direktur Utama Majma’ Raja Fahd untuk Pengadaan Al-Qur’an– dari Syaikh para qari’ di Majma’ tersebut,
Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang Nashrani masuk Islam. la selalu mengaji Surat Al-Baqarah dan Ali Imran, dan ia juga pernah menjadi juru tulis Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kemudian ia kembali memeluk agama Nashrani. Ia mengatakan: “Muhammad tidak pernah tahu apa pun, kecuali apa yang
Syaikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah berkata: Berempatilah dengan kaum fakir dengan harta yang kalian miliki, jangan sekali-kali menolak dengan terang-terangan seorang yang sangat membutuhkan padahal kalian sanggup memberi, baik sedikit maupun banyak. Perhatikanlah dengan seksama bahwa Allah ‘Azza wa Jalla adalah Dzat yang senang memberi. Bersyukurlah, karena Allah telah
Syaikh Abdul Qodir al Jailani rahimahullah berkata: “Tanda-tanda keikhlasanmu adalah engkau tidak peduli dengan sanjungan makhluk dan tidak menoleh kepada cacian mereka, engkau tidak berambisi memperoleh apa yang berada di tangan mereka.” [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] Dikutip dari buku Nasehat Syaikh Abdul Qadir al Jailani, Syaikh Shalih Ahmad
Saya hendak share cerita yang dikirimkan oleh teman melalui email, insya Allah sangat bermanfaat untuk kita semua. Silahkan disimak dan dibaca. … KISAH NYATA DARI TANAH ARAB … Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan banyak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang
Jika kita bercita-cita jadi konglomerat maka bisa menjadikan Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai model. Beberapa hal penting yang kami ketahui tentang beliau adalah: 1.Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 7,7 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan
Biasakanlah mendengarkan nasihat kebaikan, karena sesungguhnya hati jika terlampau lama tidak mendengar nasihat, ia akan menjadi berkarat dan buta. Jangan memandang enteng ungkapan penuh hikmah, yang keluar dari mulut para ulama, karena ia merupakan intisari dan buah dari wahyu Allah ‘Azza wa Jalla. [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] [Dikutip
Syaikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah berkata: “Berpaling dari Allah pada saat ketetapan-Nya turun adalah kematian agama, kematian tauhid, kematian tawakkal, dan kematian keikhlasan. Hati seorang Mukmin tidak mengenal kata, ‘Mengapa’ atau ‘Bagaimana’. [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] [Dikutip dari buku ‘Nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani, Oleh: Syaikh Shalih