Sungguh tragis, orang yang beramal namun tak ikhlas. Segala upaya, daya dan harta yang dikeluarkan menjadi sia-sia. Semuanya justru menjadi petaka ketika akhirat tiba. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan: Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali diberi keputusan pada hari kiamat adalah seseorang
Pendeta Jant Comdeedomte masuk Islam pada tanggal 6 Sya’ban tahun 1424 H. Hal ini dia lakukan pada salah satu perkemahan dalam acara dakwah yang dilakukan oleh Nadwah Alamiyah untuk pemuda muslim. Ia masuk Islam melalui Syaikh Abdul Majid Kasimbou, semoga Allah memberikan kebaikan kepadanya. Berita tentang masuk Islamnya Pendeta Jant
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah di dalam Majmuu’ Fataawa wa Rasaail jilid 7 , menuliskan beberapa faedah yang terkait dengan permasalahan aqidah. Salah satu faedah yang beliau sebutkan di halaman 250 dari Majmuu’ Fataawa wa Rasaail jilid 7 adalah : Faedah: Syaikul Islam di dalam kitab An Nubuwwat
Imam Syamsuddin bin Abdullah bin Abu Bakr atau Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah berkata : Seorang hamba tidaklah terjatuh dalam perbuatan haram kecuali karena dua sebab : 1. Jeleknya prasangka dia kepada Rabb-Nya. Karena jika seandainya dia mentaati-Nya dan lebih mengutamakan-Nya maka sesuatu yang halal lebih baik baginya. 2. Dia
Lebih dua puluh tahun Sauza Muzhir berdakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namanya terkait dengan para seniman yang bertaubat, karena ia punya peran dakwah di antara mereka. Tentang kisah pertaubatannya ia ceritakan sebagai berikut, “Setamat sekolah dan kuliah di jurusan jurnalistik fakultas sastra, aku hidup bersama nenekku, yang merupakan ibu
Gadis ini berkata, “Aku murid Tsanawiyah, tinggal di Uni Emirat Arab yang punya kebanggaan tersendiri bagiku. Di negara inilah Allah tunjukkan hidayah-Nya kepadaku. Sejak kedatanganku ke daerah ini, aku sudah sangat lekat dengan “guru yang terhormat,” televisi. Aku tidak bisa meninggalkannya walau sesaat. Aku tidak bisa tidak menyaksikan acara sinetron,
“Bayangkan kala Anda berdiri tanpa busana kala amal diperlihatkan… Merasa terasing, resah dan bimbang… Saat neraka menyala-nyala karena murka dan marah… Kepada para pendosa, dan Robb Pemilik ‘Arsy juga murka… ‘Bacalah catatan amalmu wahai hambaKu dengan perlahan, Apakah kau melihat adanya satu huruf pun yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya?’
Seorang artis terkenal juga penari, Haalah ash-Shaafy menceritakan kisah kenapa ia meninggalkan karirnya di dunia seni dan memilih untuk bertaubat serta bagaimana ketenangan jiwa yang ia rasakan. Dengan gaya bahasa yang menyentuh, ia menceritakannya dalam sebuah wawancara di sebuah majalah, “Suatu hari, seperti biasa aku melakukan adegan menari di salah
Setelah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz meninggal, beliau digantikan oleh Yazid bin ‘Abdul Malik. Masa pemerintahannya berlangsung selama empat tahun, dari tahun 101 H sampai tahun 105 H. Beliau memegang khilafah karena wasiat dari saudaranya yaitu Sulaiman Pada masa beliau memerintah, sejumlah gejolak dalam negeri beliau hadapi, yang paling penting adalah
“Semua penumpang nomer penerbangan … dengan tujuan … diharap segera menuju tempat pemberangkatan, bersiap tinggal landas.” Suara itu menggema di setiap sudut bandara. Salah seorang dai kebetulan juga duduk di sanag, mengemasi kopernya dan bertekad pergi ke bumi Allah yang luas untuk berdakwah. Mendengar panggilan itu, tiba-tiba hatinya merasa marah.
Yaqthan Madinatur Riyadh menjalani hidup dengan hura-hura tanpa makna, hanya sedikit sekali mengenal Allah. Sudah bertahun-tahun ia tidak pernah masuk masjid, bahkan tidak pernah bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala walau sekali. Ternyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak membukakan pintu taubat di hatinya melalui putri mungilnya. Ia bercerita, “Aku biasa
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal. Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.” Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah