Secara bahasa kiswah artinya pakaian. Selanjutnya kata ini sering digunakan untuk menyebut kain yang menutupi ka`bah. Manusia sejak zaman dahulu telah memiliki perhatian untuk memberikan kiswah pada ka`bah. Realita ini menunjukkan betapa besar kecintaan mereka terhadap ka`bah dan perhatian mereka terhadap kesucian dan kemuliaan bangunan yang pertama kali didirikan di
Sejarah bukan hanya rekaman peristiwa pada masa tertentu yang tanpa makna. Jika ada orang berpandangan bahwa sejarah hanyalah peristiwa masa silam yang tidak perlu diingat-ingat, maka ini tentu sangat disayangkan, karena jelas bertentangan dengan al-Qur’an dan Hadits yang mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk mengambil pelajaran dari peristiwa yang telah lewat.
Oleh: Dr.Zuhair Rabih (Anggota Haiah I’jazul Ilmi, Makkah al-Mukarromah) Sesungguhnya mayit di dalam kubur, akan melewati beberapa fase perubahan, dan aku akan menyebutkan secara ringkas beberapa fase tersebut, sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya. Berikut ini fase tersebut: Malam Pertama: Di kuburan pembusukan bermula pada daerah
Berikut beberapa kitab sejarah yang harus di waspadai: 1. AI-Aghaanii karya Abul Faraj al-Ashbahani. Kitab ini berisi obrolan, syair, dan nyanyian yang dicampuri berita-berita yang tidak benar. 2. Al-‘Iqdul Fariid karya Ibnu ‘Abdi Rabbih. Kitab sastra ini banyak memuat nukilan-nukilan palsu. 3. Al-Imaamah was Siyaasah yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah
Jawabannya adalah jika Anda mampu menganalisis sanad dan menelitinya, maka bacalah kitab Imam ath-Thabari (Taariikh ath-Thabari). Kitab beliau ini adalah pegangan bagi para ulama yang menulis kitab sejarah. Sedangkan jika Anda tidak mampu menganalisis dan meneliti sanad, maka bacalah: 1. Kitab al-Hafizh Ibnu Katsir, al-Bidaayah wan Nibaayah 2. Kitab al-Hafizh
Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya : Ada kerancuan bagi saya antara Ibnu Arabi dan Ibnu Al Arabi. Saya berharap Anda dapat menjelaskan kepada kami perbedaan antara keduanya dan kitab terkenal yang ditulis oleh keduanya ? Syaikh hafidzahullah menjawab : Perbedaan antara keduanya jelas sekali. Ibnu Arabi
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Sebuah peristiwa tragis kembali menimpa kaum muslimin. 70 shahabat pilihan yang merupakan para qurra` (ahli membaca Al-Qur`an, yakni ulama) dibantai dengan hanya menyisakan satu orang saja. Peristiwa ini mengguratkan kesedihan yang mendalam pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaupun mendoakan kejelekan kepada para
Kehidupan bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berada dalam kekacauan yang luar biasa. Mereka menyekutukan Allah Ta’ala, banyak berbuat maksiat, tidak memiliki norma, percaya kepada khurafat, dan berbagai bentuk kebobrokan moral lainnya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir, diutus di saat tidak