Pertumbuhan beliau Nama: A Ahmad bin Muhamad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasithi bin Marin bin Syaiban bin Dzuhl bin Tsa’labah bin Uqbah bin Sha’ab bin Ali bin Bakar bin Wail. Kuniyah: Abu Abdillah Nasab beliau:
Nasabnya Beliau adalah Abu Abdillah, Muhammad bin Sholih Al Utsamin, Al Wuhaibi, At Tamimi. Kelahirannya Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah pada tanggal 27 Ramadhan tahun 1347 H. Pertumbuhannya Beliau belajar al-Qur’an pada kakeknya dari jalur ibunya, Abdurrahman bin Sulaiman Alu Damigh rahimahullah, kemudianmenghafalnya. Setelah itu beliau mulai belajar khat (menulis),
Nasabnya Beliau adalah Al-Imam Al-’Allamah Al-Ushuli Al-Muhaddits Al-Mufassir As-Sayyid Shiddiq bin Hasan bin Ali bin Luthfullah Al-Husaini Al-Bukhari Al-Qinnauji. Nasab beliau berakhir pada Al-Imam Husain, cucu terkecil dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Kelahiran dan Pertumbuhannya Beliau lahir pada bulan Jumadil Ula tahun 1248 H (sekitar 1832) di Negeri
Nasab Beliau adalah Al-Alim Al-Allamah Al-Mufassir Al-Ushuly Al-Faqih Al-Fardhy Al-Wara’ Al-Zahid Syaikh Abdul Aziz ibn Muhammad Al-Abdurrahman ibn Abdul Muhsin Al-Salman (Abu Muhammad) dari Qabilah Utaibah, sebuah qabilah yang masyhur di bangsa Arab. (Ulama, Al-Allamah, Guru besar, Ahli tafsir, Ahli Ushul, Ahli fiqh, Ahli waris, Wara’, Zuhud. Kelahiran dan Perjalanan
Beliau adalah Al-Imam, Al-Hafizh, Syaikhul Islam, Muhyiddin, Yahya bin Syaraf bin Murry bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam An-Nawawi. Beliau disebut juga sebagai Abu Zakariya, padahal ia tidak mempunyai anak yang bernama Zakariya. Sebab, ia belum sempat menikah. Ia termasuk salah seorang ulama yang membujang hingga
Iblis pernah datang menemui Isa ‘alaihissalam. Dengan pongah, si Iblis berkata, “Eh Isa! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu?” “Ya,” jawab Isa. “Kalau begitu, coba engkau terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat.” Ujar si Iblis. Dengan
Nasab dan Kelahiran Beliau Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Ja’fi Al Bukhari -rahimahullah- . Lahir pada bulan Syawwal tahun 194 H. Guru-guru Beliau Beliau banyak melakukan perjalanan dalam mencari hadits (ilmu) ke seluruh penjuru dunia. Beliau belajar hadits di Khurasan,
Pertumbuhan beliau Nama: Mâlik bin Anas bin Mâlik bin Abi Amir bin Amru bin Al Harits bin ghailân bin Hasyat bin Amru bin Harits. Kunyah beliau: Abu Adbillah Nasab beliau: Al Ashbuhi; adalah nisbah yang di tujukan kepada dzi ashbuh, dari Humair Al Madani; nisbah kepada Madinah, negri tempat beliau
Nama dan NasabnyaNama sebenarnya Syihabuddin Abul Fadhl Ahmadbin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar, al Kinani, al ‘Asqalani, asy Syafi’i, al Mishri.Kemudian dikenal dengan nama Ibnu Hajar, dan gelarnya “al Hafizh”. Adapun penyebutan ‘Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina,
Ali bin Abdillah berkata, Kami pernah bersama Yahya bin Sa'id al-Qaththan. Ketika ia keluar dari masjid, kami pun keluar bersamanya. Tatkala tiba di pintu rumahnya ia berdiri, dan kami pun berdiri. Lalu ia berkata kepada seorang pria, “Bacalah!” Pria itu pun membaca surat ad-Dukhan. Ketika ia mulai membaca aku melihat
Oleh : Ustadz Abu Faiz Waspadalah dari sifat tercela, karena sekecil apa pun pasti akan membawa akibat buruk terhadap urusan dunia dan akhirat. Dan segeralah membersihkan diri darinya, karena semua penyesalan pasti tiada guna. Ada satu sifat tercela yang banyak menjangkiti para pemimpin dan orang-orang yang Allah Azza wa Jalla
Oleh : Ustadz Abu Faiz hafidzhullah Saat tulisan ini dibuat, dinegeri kita tengah terjadi perebutan “kursi” dalam bingkai pesta demokrasi. Para “peserta kontes” melakukan apa saja yang sekiranya dapat mewujudkan impiannya. Unjuk diri, obral janji dan pasang tampang menjadi hal yang wajib. Masing-masing menjanjikan bahwa dialah yang paling mampu memimpin