Seorang Syaikh bercerita : Suatu hari, seorang pemuda mendatangiku. Aku memperhatikan wajahnya dan nampaklah sebuah wajah yang gelap. Aku bertanya tentang hajatnya, namun ia hanya diam saja. Aku ulangi pertanyaanku dan ia masih tidak mau berbicara. Aku memandang lebih dekat kepadanya, ternyata air mata menetes dari kedua matanya. Aku bertanya,
Muhammad bin Thohir Al Maqdisi namanya. Dia salah satu dari sekian ulama yang menanggung penderitaan dalam menuntut ilmu. Suatu ketika dia berkata: “Saya pernah kencing darah 2 kali saat-saat belajar hadits; sekali di Baqdad dan sekali di Mekkah karena saya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dibawah terik sinar matahari
Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda, “Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi hutang kepada orang lain. Dia biasa berkata kepada pelayannya, jika engkau mendatangi orang yang kesusahan, maka bebaskanlah (hutangnya), mudah-mudahan Allah ta’ala membebaskan kita (dari siksaNya)’. [1] Dalam riwayat lain disebutkan,
Dahulu kala ada seorang laki-laki yang bernama Al-Mubarak dia adalah seorang pembantu dari seorang saudagar penduduk Hamdzan dari Bani Hanzhalah di daerah Khurasan. Ia bekerja di perkebunan saudagar itu dalam jangka waktu yang lama. Pada suatu hari, datanglah saudagar tersebut ke perkebunannya. Ia menyuruh Al-Mubarak mengambilkan buah delima yang manis
Ketika ujian datang kepada kita, disaat kita berada pada kondisi yang sangat memungkinkan untuk malakukan perbuatan itu (maksiat), namun kita merasa malu kepada Alloh dan malu terhadap predikat kita sebagai “seorang muslim”, maka niscaya Alloh akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari itu semua. Tidaklah kejayaan itu melainkan dengan
Ada seorang lelaki berkebangsaan Eropa memeluk Islam. Ia senantiasa berkata jujur dan bangga dengan keislamannya. Di setiap pertemuannya, is senantiasa menampakkan, keislaman dirinya di hadapan khalayak tanpa rasa ragu ataupun malu. Dia menuturkan, “Salah satu lembaga pemerintahan di negaraku suatu hari memasang pengumuman yang berisi, ‘Dicari seorang pegawai…. “‘ Dia
Seorang laki-laki dari Syam datang dan berkata, “Tunjukkan kepadaku Shafwan bin Sulaim karena aku melihatnya telah masuk surga.” Aku bertanya, “Dengan apa ia masuk surga?” Mereka menjawab, “Dengan selembar kain yang ia pakaikan kepada seseorang. “ Shafwan pun ditanya tentang kisah selembar kain tersebut, kemudian ia menjawab, “Ketika itu, pada
Suatu hari, Gubernur Mesir memanggil Ali bin Muhammad bin Al-Furat, kemudian dia berkata, “Celaka kamu, niatku menghadirkanmu kali ini adalah buruk. Selama ini aku senantiasa ingin menangkap dan memenjarakanmu, tetapi aku senantiasa bermimpi engkau menghalangiku dengan sepotong roti. Aku memimpikanmu selama berhari-hari. Aku ingin menangkapmu, tetapi selalu saja kamu menghalangiku.
Dr. Sayid Husain Al-Afanie menulis dalam bukunya yang berjudul AI-Jazaau min Jinsil Amal (Balasan itu Sesuai dengan Jenis Amalnya) kisah berikut ini, yang beliau sadur dari Syaikh Abdurrahman bin Aqil Adz-Dzahiri, dari Syaikh Mahfudh Asy Syanqathi–Direktur Utama Majma’ Raja Fahd untuk Pengadaan Al-Qur’an– dari Syaikh para qari’ di Majma’ tersebut,
Jika kita bercita-cita jadi konglomerat maka bisa menjadikan Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai model. Beberapa hal penting yang kami ketahui tentang beliau adalah: 1.Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 7,7 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan
Siapa yang tidak kenal dengan syaikh Sa’ad Al-Ghaamidy, qaari’ masyhuur, si empunya suara yang indah dan empuk ketika membaca Al-Qur’an? Bahkan konon katanya ibu-ibu pengajian di Indonesia kalau mendengar murattalnya syaikh ini, hampir semua mereka bercucuran air mata karena seakan-akan alunan suaranya membawa mereka terbang kembali ke Makkah, seakan berada
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Disebuah masjid di perkampungan Mesir, suatu sore. Seorang guru mengaji sedang mengajarkan murid-muridnya membaca Al-Qur’an. Mereka duduk melingkar & berkelompok. Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yg ingin bergabung dilingkaran mereka. Usianya kira-kira 9 tahun. Sebelum menempatkannya di satu kelompok, sang guru ingin tahu kemampuannya. Dengan senyumnya