Dari ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Karena orang-orang Quraisy selalu menghalang-halangi dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyebarkan Islam, maka beliau berdoa: “Ya Allah, hentikan kejahatan mereka terhadapku dengan tujuh masa paceklik sebagaimana paceklik di zaman Yusuf.” Maka, orang-orang Quraisy ditimpa paceklik hebat yang memusnahkan semua tumbuhan, sampai-sampai mereka
Wahab bin Munabbih Radhiyallahu Anhu bercerita: “Ada seorang raja kejam yang sedang membangun istana megah, kemudian ada seorang wanita tua miskin yang juga membangun sebuah gubug di samping istana tersebut. Suatu hari sang raja menaiki kudanya, lalu berputar mengelilingi istananya, tatkala dia melihat ada sebuah gubug di samping istananya dia
Perang Uhud tiba, ‘Abdulloh bin Jahsy dan kawannya Sa’ad bin Abi Waqqosh dalam perang ini mempunyai cerita yang tidak terlupakan. Biarkan kesempatan ini kita berikan kepada Sa’ad, biar beliau sendiri yang menyampaikan ceritanya dan cerita kawannya. Sa’ad bin Abi Waqqosh berkata, “Di perang Uhud, aku bertemu dengan ‘Abdulloh bin Jahsy,
Musim paceklik yang sangat dahsyat pernah terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab. Melihat keadaan seperti itu Umar bin Khaththab keluar bersama kaumnya dan melaksanakan shalat dua rakaat (shalat Istisqa’). Kemudian dia menyilang dua ujung selendangnya, dia memindah yang kanan ke kiri, dan yang kiri ke kanan, lalu dia membentangkan
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki kaum Bani Israil yang hendak meminjam uang sebanyak 1.000 dinar kepada sebagian Bani Israil yang lain. Orang yang akan dipinjami uang berkata, “Datangkan kepadaku beberapa saksi untuk menjadi saksi.” “Cukup hanya Allah
Dokter Khalid Al-Jabir berkata, “Saya melihat ini dengan mata kepala saya sendiri di salah satu operasi yang saya tangani. Di tengah-tengah operasi, ketika saya berusaha menangani keadaan pasien, tiba-tiba urat nadinya pecah.. Darah mengalir deras. Saya tidak bisa berbuat apapun untuk pasien itu. Saya berusaha dan berusaha tetapi tetap tidak
Kisah ajaib ini, terjadi pada seorang buta lagi miskin yang dicampakkan oleh kaum wanita. Lalu dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah pun mengabulkan do’anya dengan gadis yang paling cantik di antara mereka. Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul ‘Aziz al-‘Aql dalam muhadarahnya yang berjudul Qashash wa ‘Ibar.
Oleh M. Arif As-Salman Seorang bapak tua yang usianya berkisar 70 tahun berasal dari provinsi Dimyath, menemui Syaikh Muhammad Hasan, saat itu beliau tengah memberikan ceramah di sebuah mesjid di kota Makkah Bapak tua tersebut memberi isyarat agar Syaikh Muhammad Hasan berhenti sesaat dan memintanya untuk mendengarkan cerita tentangnya. Bapak
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Dulu sebelum kamu, ada tiga orang berjalan-jalan kemudian mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka merekapun masuk ke dalamnya. Kemudian tiba-tiba ada batu dari atas bukit yang menggelinding dan menutupi pintu
Pengantar Ini adalah kisah tentang suami istri yang shaleh. Kelaparan menimpa mereka berdua, lalu si istri berdoa kepada Allah agar merizkikan sesuatu yang bisa mengusir rasa lapar dan menutupi hajatnya. Maka Allah memberikan rizki sebagaimana dalam hadis ini. Teks Hadis Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath dan Baihaqi dalam Ad-Dalail dari Abu
Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah. Pemilik kisah ini berkata: Ayahku adalah seorang
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu: Dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Ketika tiga orang pemuda sedang berjalan, tiba-tiba turunlah hujan lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua yang terdapat di perut gunung. Sekonyong-konyong jatuhlah sebuah batu besar dari atas gunung menutupi mulut gua yang akhirnya mengurung mereka. Kemudian