Nabi Shalih ‘alaihissalam diutus kepada satu kabilah masyhur, yang disebut kabilah Tsamud. Kabilah Tsamud tergolong bangsa Arab al-‘Aribah yang tinggal di daerah bebatuan antara Hijaz dan Tabuk. Mereka adalah kabilah yang datang setelah kaum ‘Ad dan menyembah berhala. Lalu Allah ta’ala mengutus kepada mereka seorang nabi dari kalangan mereka, yaitu
Berdasarkan foto yang diambil dari pesawat ulang alik terlihat tempat dimana jejak-jejak kafilah bertemu dan mengarah ke Ubar (Iram) [lihat tanda panah]. 1. Ubar hanya dapat dilihat dari luar angkasa sebelum dilakukan penggalian. 2. Kota yang berada 12 m dibawah pasir nampak setelah dilakukan penggalian. Banyak karya seni dan monumen
Al ‘Auzai berkata: “Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah keluar di tengah kegelapan malam, lalu dilihat oleh Thalhah. Umar memasuki sebuah rumah lalu masuk ke rumah lainnya. Pada keesokan harinya Thalhah pergi kerumah itu, ternyata didalamnya terdapat seorang nenek yang buta dan lumpuh. Ia bertanya, “Mengapa orang itu datang kepadamu?”
Ketika ujian datang kepada kita, disaat kita berada pada kondisi yang sangat memungkinkan untuk malakukan perbuatan itu (maksiat), namun kita merasa malu kepada Alloh dan malu terhadap predikat kita sebagai “seorang muslim”, maka niscaya Alloh akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari itu semua. Tidaklah kejayaan itu melainkan dengan
Kaum Hud adalah bangsa Arab yang mendiami al-ahqaf, yaitu bukit-bukit pasir yang terdapat di wilayah Yaman antara Oman dan Hadhramaut. Al-ahqaf tersebut memanjang di sepanjang laut yang bernama Laut asy-Syahar. Umumnya mereka tinggal di kemah-kemah yang bertiang besar. Mereka adalah kaum ‘Ad yang pertama. Barangsiapa yang menyangka bahwa Iram adalah
Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nuh ‘alaihissalam ketika berhala dan para thaghut disembah dan orang-orang mulai terjerumus ke dalam kesesatan dan kekufuran. Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi para hamba-Nya. Nuh ‘alaihissalam adalah rasul pertama yang diutus kepada penghuni bumi. Tatkala Allah mengutus Nuh ‘alaihissalam ia menyeru kaumnya untuk mengesakan peribadatan
Dari Abu Abdirrahman ath-Tha’i, ia mengatakan, “Salah seorang dari Bani Fahd yang sudah tua dan lemah yang berkunyah (berjuluk) Abu Manazil, dan ia memiliki anak yang bernama Manazil. Manazil ini memiliki anak-anak yang masih kecil. Jika ia mendapatkan sesuatu, ia memberikannya kepada mereka. Manazil senantiasa mengambil pemberian jatah ayahnya, padahal
Idris adalah keturunan Adam yang pertama kali diberi kenabian setelah Adam dan Syits ‘alaihimassalam. Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa dia adalah manusia yang pertama kali menulis dengan pena. Dari Hilal bin Yasaf, ia berkata, “Ibnu ‘Abbas pernah bertanya kepada Ka’ab –dan saat itu aku hadir di tengah-tengah mereka- Ibnu ‘Abbas bertanya,
As-Sathirun adalah adh-Dhaizan bin Mu’awiyah, penguasa al-Hidhr. Hidhr adalah benteng yang terletak di tepi sungai Euphrat, dan di dalamnya terdapat sebuah kota besar yang telah diintai dan dikepung oleh Sabur selama dua tahun. Ketika an-Nadhirah binti as-Sathirun keluar, ia melihat Sabur berpakaian sutera dan bermahkotakan emas yang bertaburkan Zabarjad, Yaqut