Tangisnya melengking memecah malam saat ia dilahirkan. Tangisnya adalah kebahagiaan kami setelah sekian lama menantinya. la hadir di tengah putus asa kami setelah diagnosa dokter bahwa kami akan sulit punya momongan. Dan itulah keajaiban karunia Allah pada keluarga kecilku …. *** Aku dan suami menikah hampir dua puluh tahun lalu.
Oleh Hasyim Sarhan Kisah ini adalah kisah yang menakjubkan seputar hidayah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau sekiranya saya tidak mengalami dan mendengarnya langsung, niscaya tidak ada seorangpun yang saya percayai. Kisah ini bermula ketika saya menjadi Direktur Rabithah Al ‘Alam Al Islamy di Johannesburg Afrika Selatan. Peristiwa ini terjadi
MENGAPA BUKAN AYAH SAJA YANG MENINGGAL? (Kisah anak yg menyadarkan kealpaan ayahnya…subhanallah!) Ia masih bocah, masih duduk di bangku kelas 3 SD. Pada suatu hari ustadz di kelasnya memotivasi para siswa untuk menjaga shalat jamaah shubuh. Bagi si anak, Shubuh merupakan sesuatu yg sulit bagi sang bocah,Namun sang bocah telah
Al-Husain bin Fahm -rahimahullah- berkata: Aku mendengar Yahya bin Aktsam -rahimahullah- bercerita: Dahulu Ma’mun –dan pada waktu itu ia telah menjadi seorang Amir- mempunyai majlis untuk berdiskusi. Lalu bersamaan dengan masuknya orang-orang masuklah seorang Yahudi yang berpenampilan rapi, berparas tampan dan memakai parfum yang wangi. Tatkala berbicara, perkataan dan ungkapannya
Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Subhanallah, itulah kata yang selalu diucapkan oleh setiap muslim, terutama ketika mendengarkan sebuah kisah yang dipaparkan dalam koran harian “Ukazh”, sebagaimana yang disebutkan berikut ini: Koran harian “Tartim” yang beredar di Nigeria dan merupakan koran terbesar dengan oplah paling banyak menyebarkan berita yang tidak akan dilupakan oleh penduduk Nigeria. Koran
Seorang pemuda yang komitmen beragama maju untuk menikah. Dia mulai mencari calon pasangan perempuan. Syarat satu-satunya adalah agar dia seorang wanita yang komitmen, berakhlak, dan kuat agama. Dan setelah melalui pencarian, kini dia telah menemukan gadis tersebut, sebagaimana ciri-ciri yang diinginkan. Setelah melamar, dan ketika ia telah bersiap-siap untuk menikah,
Aku menikah dengan salah saorang wanita yang masih tergolong kerabat dekatku, dan saat itu aku berada di puncak kebahagiaan. Kebahagiaanku bertambah lagi setelah Allah mengkaruniakan kepadaku tiga anak perempuan pada umur yang masih belia. Mulailah aku berkenalan dengan salah satu klub (kelompok) judi kartu remi yang telah menyita semua waktuku.
Aku mengenal seorang pemuda yang dulu termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Allah. Dulu dia bersama dengan teman-teman yang buruk sepanjang masa mudanya. Pemuda itu meriwayatkan kisahnya sendiri: “Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, aku dulu keluar dari kota Riyadh bersama dengan teman-temanku, dan tidak ada