Ada sebuah kisah menarik, ada seseorang masyarakat biasa di kota Syam pernah melihat Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam di alam mimpi. Kemudian orang tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku tentang shalat sebagaimana shalat engkau.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau kamu ingin shalat seperti shalatku, maka bacalah buku
Syaikh Shalih Abu Islam (salah satu murid Al Imam Al Albany) mengatakan dalam video berikut ; Di suatu hari Al Imam Al Albany shalat jum’at bersamaku di masjidku pada jumat terakhir bagi beliau sebelum beliau wafat. Kemudian aku berkhutbah dan aku mengatakan sebuah pernyataan yang tidak aku sengaja. Ketika aku
Dalam pertemuan saya yang terakhir dengan Asy-Syaikh Al-Albani, saya menceritakan mimpi saudara saya. Dalam mimpi itu, saudara saya bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka saudara saya itu bertanya, “Jika saya menemukan kesulitan dalam pelajaran hadits, kepada siapa saya harus bertanya?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Bertanyalah kepada Muhammad
Semalam, sebelum dimulai rapat RadioMuslim di Masjid Al Hasanah, guru kami, Ustadz Abu Saad menceritakan sebuah kisah Syaikh Albani dengan seorang dukun. Konon, dukun ini hendak menantang debat dengan Syaikh Albani mengenai pengetahuannya tentang ilmu gaib. Bahkan sang dukun pun menantang untuk mendatangkan media massa, TV, radio dan lain-lain. Syaikh
Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani pernah menceritakan awal mula beliau mendapat hidayah untuk menekuni sunnah dan mempelajarinya yang hal ini terjadi pada saat beliau kurang lebih berusia dua puluh tahun. Beliau berkata, “Suatu hari aku melihat salah satu edisi majalah al Manar di antara sejumlah buku yang terpampang di salah
Oleh: Syaikh Ali Khasysyan Syaikh Ali Khasysyan (beliau adalah salah satu murid Syaikh al-Albani -rahimahullah- yang berasal dari Syiria dan sekarang berdomisili di Arab Saudi) bercerita dalam sebuah artikelnya yang berjudul Nâshir al-Hadîts wa Mujaddid as-Sunnah, ‘Âsya wahîd al-’Ashr wa Ashbaha Faqîd al’Ashr, yang pernah dimuat pada majalah asy-Syaq?`iq, di
Dalam Kitab Shahih Mawarid Adz Dzam’an ila Zawaid Ibn HIbban (2087) dalam pembahasan hadist Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dimana disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam berkata: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun,kecuali sedikit dari mereka yang usianya lebih dari itu”. Ibn Arafah mengomentar hadist ini dengan berkata : ”
Tidak seperti persangkaan banyak orang, ternyata hati Syaikh al-Albani rahimahullah sangat lembut, dan air matanya sering bercucuran. Tidak diceritakan sesuatu yang membuat beliau menangis, melainkan tangisannya membuat beliau berderai air mata. Diantaranya: 1. Seorang wanita Jaza-iriyyah bercerita bahwa ia pernah melihat Syaikh al-Albani bertanya tentang jalan yang biasa di lewati