Ketika para sahabat taat pada Allah, maka Allah menundukkan segala sesuatu kepada mereka. Kita perhatikan kisah Safinah hamba sahaya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersama seekor singa, agar kita bisa mengetahui bagaimana Allah menundukkan seluruh alam untuk orang-orang beriman. Kisah ini disebutkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyat Al-Auliyâ’ (1/369), Ibnul Jazui
Istirja’ = mengucapkan إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadanya). Dalam hidup ini, orang Muslim kadang dihadapkan pada ujian, bencana, dan cobaan. Maka apabila dia diuji, hendaknya ia bersabar dan mengharapkan pahala di sisi Allah atas musibahnya; karena tidak ada sesuatu pun
Beliau adalah Fathimah binti al-Khaththab bin Naufal bin Abdul `Uzza bin Rabah bin Abdullah bin Qarath bin Adi bin Ka’ab. Beliau termasuk wanita yang terhormat, memiliki wajah yang cantik dan tinggi, termasuk keluarga Quraisy yang paling mulia dan paling kuat, lemah lembut dan halus perangainya. Fathimah radhiyallahu ‘anha tumbuh dalam
Beliau adalah Ummu Abdullah al-Qurasyiyah at-Tamiyah putri dari seorang laki-laki yang pertama masuk Islam setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu kaum muslimin yakni Abu Bakar ash-Shiddiq sedangkan ibunya bernama Qatilah binti Abdul Uzza al-Amiriyah. Asma` adalah ibu dari sahabat seorang pejuang yang bernama Abdullah bin Zubeir. Beliau adalah saudari
Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ibunya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha.Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat dengan peristiwa yang agung yaitu di saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad
Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani Rosululloh bersabda: Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494) Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih