QADHI Baha’uddin bin Syaddad dalam bukunya, An-Nawadir As-Sulthaniyah wal Mahasin Al-Yusufiyah, dalam peristiwa Ar-Raml di daerah ‘Aka, menulis: “Salah satu keunikan kisah ini yaitu, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja bernama Sarasinqar. la seorang muslim. Sarasinqar sangat pemberani, dan telah membunuh banyak sekali musuh Allah dari tentara salib dan mengalahkan
Kisah ini di nukil dari kitab “Tarikhul Khulafaa” yang di karang oleh Imam Jalaludin as-Suyuthi rahimahullah pada hal 320, ketika beliau sedang menjelaskan biografi Khalifah al-Abaasiyah Abu Abaas Abdullah al-Ma’mun bin Harun ar-Rasyid rahimahumullah. Dan kisah ini diriwayatkan dari Ibrahim bin Sa’id al-Jauhari, beliau berkata: “Di hadapan al-Ma’mun ada seorang
Suatu hari Ma’mun melongok dari istananya. Dia melihat seorang laki-laki dengan arang di tangannya. Dia menulis dengan arang itu di dinding istana. Ma’mun berkata kepada salah seorang pembantunya, “Pergilah kepada orang itu. Bawa dia kemari dan baca apa yang dia tulis.” Pembantunya pun turun untuk menangkap laki-laki itu. Dia membaca,
Diceritakan bahwa raja Khasru bin Abrawiz suka sekali makan ikan. Suatu hari sang permaisuri, Syirin, bercengkrama di taman. Lalu datanglah seorang nelayan dengan membawa ikan besar, dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada raja. Ikan itu diletakkan di depannya. Raja mengaguminya, maka dia memerintahkan agar nelayan itu diberi empat ribu dirham.
Faisal bin ‘Abd al ‘Aziz Al Sa’ud (1906 – 25 Maret 1975) adalah Raja Arab Saudi yang menjabat mulai tahun 1964 hingga tahun 1975. Raja Faisal lahir di Riyadh dan merupakan anak keempat Raja Abdul Aziz Al Saud. Faisal juga keturunan langsung syaikh Muhammad Abdul Wahhab melalui ibunya. Di antara
Ada seorang raja yang memimpin suatu negeri. Raja ini memiliki seorang pembantu yang jika ia terkena musibah, ia selalu berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Suatu hari Raja tersebut makan. Kemudian salah satu jarinya terpotong pisau. Spontan pembantunya berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah).
Penguasa yang adil, Jalalud Daulah Malik Syah bin Alb Arsalan Rahimahullah sangat mencintai keadilan. Suatu hari ketika pergi berburu ia menjumpai seseorang sedang menangis. Raja berkata, “Ada apa denganmu?’ Orang itu berkata, “Tiga orang datang dan mengambil semangkaku. Padahal, semangka itu milikku.” Raja berkata, “Pergilah ke para tentara. Di sana