An-Nadhr menceritakan bahwa ayahnya berkata, “Pada suatu hari, Umar bin Abdul Aziz sedang duduk dan ia berkata kepada budak perempuannya, “Tolong kipasi aku..” Kemudian budak perempuan itu mengambil kipas. Ia mulai mengipasi Umar. Namun, ia tak mampu menahan kantuknya dan tertidur. Umar terjaga dari tidurnya. Ia melihat budak perempuannya tertidur
Dikisahkan bahwa Bahlul ini adalah seorang yang gila hidup di zaman Khalifah ‘Abbâsî Harun ar-Rasyid… Pada suatu hari, Harun ar-Rasyid melewati si Bahlul yang sedang duduk² di atas salah satu kuburan. Lalu Harun berkata kepada si Bahlul dg berteriak , “Wahai Bahlul, wong edan… Apa kamu sudah waras?” Si Bahlul
Suatu hari Khalifah Sulaiman bin Abdilmalik pergi haji. Ketika akan shalat, ia melihat seorang arab badui di sampingnya dan Khalifah pun merasa senang. Kemudian Khalifah berkata kepada arab badui tersebut, “Apa kamu ada kebutuhan yang bisa saya bantu?” Arab badui itu menjawab, “Saya malu kepada Allah, berada di rumah-Nya tapi
Tatkala Khalifah Harun Ar-Rasvid mendekati ajalnva, dia berkata kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, “Bawalah aku ke kuburku, agar aku bisa melihatnya!” Maka mereka pun membawanya. Ketika dia melihatnya dan menyaksikan ruangannya yang sempit, maka dia pun menangis tersedu-sedu dan membaca ayat: “Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang
Al Hafizh Ibnu Katsir menceritakan perihal biografi Amir Badar bin Hasnawih al-Kurdi Rahimahullah, “Ia terbilang raja yang baik di Dinour dan Hamdan. Ia punya siasat dan teman yang banyak. al Qadir menjulukinya Abu Najm, memberinya gelar Nashirud Daulah. Negerinya sangat aman, dan muamalah (hubungan antar masyarakat) di situ sangat baik.