As-Sam’ani menceritakan bahwa Imam al-Baihaqi pernah tertimpa penyakit di tangannya, sehingga jari-jemarinya dipotong semua, hanya tinggal pergelanggan tangan saja. Sekali pun demikian, beliau tidak berhenti dari menulis, beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya, lalu menulis denga tulis yang indah dan jelas.
Ketika Asy-Syaikh Al-’Utsaimin pulang dari Masjidil Haram usai shalat menuju hotel, beliau menjumpai sekumpulan anak muda sedang bermain sepak bola dalam keadaan mereka belum sholat. Maka beliau pun menghentikan permainan sepak bola itu, memberi nasehat kepada mereka, dan mengingatkan mereka kepada Allah dalam keadaan mereka tidak tahu siapa beliau. Asy-Syaikh
Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Salah seorang ahli ibadah pada masa Bani Israil selalu beribadah kepada Allah di rumah ibadahnya selama 60 tahun. Suatu ketika, hujan turun membasahi bumi sehingga menjadi hijau subur. Kemudian, ahli ibadah itu keluar dari rumah ibadahnya sambil berbisik, ‘Sekiranya
Oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib Dzul Qarnain mendapat dua anugerah Allah yang tidak sembarang orang mendapatkannya, yaitu mendapat petunjuk untuk menempuh jalan-jalan keberhasilan sekaligus ia diberi kemampuan untuk menempuhnya. Maka jadilah ia seorang raja dengan kekuatan besar, mampu menaklukkan banyak wilayah, bahkan sampai ke belahan dunia yang demikian
Al-Hafizh Shalih Jazarah berkata, “Aku mendengar Hisyam bin Ammar berkata, ‘Aku menemui Malik bin Anas. Kepadanya kukatakan, ‘Berilah aku hadits.’ Malik berkata, ‘Bacalah!’ Aku bilang, ‘Tidak! Berilah aku hadits.’ Ia berkata, ‘Bacalah!’ Karena berulang kali aku memintanya bicara, ia berkata, ‘Wahai pemuda, kemarilah. Bawa orang ini dan pukullah ia sebanyak
Asy-Syafi’i Rahimahullah berkata, “Aku hafal Al-Qur’an ketika usiaku tujuh tahun, dan hafal Al-Muwaththa’ di usia sepuluh tahun. Ketika khatam Al-Qur’an aku masuk ke dalam masjid. Di situ aku duduk bersama para ulama, ikut menyimak perbincangan dan tanya-jawab sehingga aku menghafalnya. Ibuku tak punya uang untuk membeli kertas. Maka, jika menemukan
Oleh : Ustadz Kharisman Berikut ini adalah sepenggal kisah-kisah menakjubkan tentang kesungguhan para Ulama dalam menuntut ilmu. Semoga bisa menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk bersemangat menjalankan aktifitas ilmiyyah : menempuh perjalanan menghadiri majelis ilmu, mencatat, murojaah (mengingat kembali pelajaran yang sudah didapat), membaca buku-buku para Ulama’, merangkum, meringkas,
Biasanya saat ini bila ada orang yang bangun pagi-pagi keluar rumah maka akan pergi ke pasar atau berangkat kerja. Tapi tidak seperti itu dengan Imam Ahmad. Beliau seorang ulama ahli hadits terkemuka di zamannya, ternyata mempunyai kebiasaan yang barangkali jarang dilakukan oleh manusia pada umumnya, apalagi pelajar pada zaman sekarang.
Ada sebuah kisah bahwasanya seorang budak milik Ja’far ash-Shadiq radhiallahu ‘anhu sedang menuangkan air ke tangan Ja’far di dalam baskom, tanpa sengaja air tersebut mengenai baju Ja’far. Kemudian Ja’far menatap budak dengan penuh kemurkaan. Sang budak berkata, “Wahai majikanku, (Allah berfirman) ‘Dan orang-orang yang menyembunyikan rasa marah’.“ Ja’far menjawab, “Aku
Abu Muhammad bin Al-Arabi mengatakan, “Sesungguhnya Abu Muhammad bin Hazm dilahirkan di Kordova. Sedang kakeknya yang bernama Said dilahirkan di kota Auniah yang saat itu sedang dalam perjalanan pindah menuju Kordova. Di kota ini, kakek Ibnu Hazm itu memegang jabatan menteri yang setelahnya dipegang oleh ayahnya. Ibnu Hazm berada di
Al-Ala’ bin al-Hadhrami Menunggang Kuda di Atas Air Diriwayatkan dari Sahm bin Munjab, dia berkata, “Dalam peperangan di wilayah Darain –nama tempat di sekitar Bahrain—, Al-Ala’ bin al-Hadhrami bersama-sama kami. Al-Ala’ memanjatkan tiga macam doa. Ketiga doa itu dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Kemudian, kami berjalan bersama-sama, sehingga tiba di suatu
Dia meriwayatkan kisah ini kepada Ahmad bin Abu Hawari, “Ketika aku sedang sujud, tiba-tiba saya terserang ngantuk. Tanpa aku duga, beberapa orang bidadari membangunkan aku dengan kakinya. Bidadari itu berkata, ‘Wahai kekasihku, apakah kamu masih akan tidur sementara para malaikat mengawasi orang-orang yang bangun untuk melaksanakan tahajud (qiyamul lail). Sungguh