Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang
Seorang teman dari Jeddah bercerita, ketika saya baru menikah datanglah sahabat saya ke rumah. Saya minta kepada istri untuk membuat kopi Arab dan menyiapkan korma dan makanan ringan lainnya. Istri mengetuk dari balik tabir sebagai pertanda termos kopi sudah siap untuk dihidangkan. Ketika kami mulai meminum kopi, rasanya aneh sekali
Fenomena bertambahnya jumlah wanita yang terlambat menikah (perawan tua) menjadi satu perkara yang menakutkan saat ini, mengancam kebanyakan pemudi-pemudi di masyarakat kita yang Islami, bahkan di seluruh dunia. Berikut ini marilah kita mendengarkan salah satu jeritan mereka : Majalah Al-Usrah edisi 80 Dzulqa’dah 1420 H menuliskan jeritan seorang perawan tua
Abu Bakar Al-Kasyani adalah seorang tokoh ulama yang beruntung, dia berguru kepada Imam Abu Bakar As-Samaragandi sekaligus menikah dengan putrinya yang terkenal pintar dan ahli ibadah. Tahukah anda sebab pernikahannya?! Al-kisah, Fathimah adalah seorang wanita yang cantik jelita dan pandai sekali, dia hafal kitab karya ayahandanya At-Tuhfah fi Al-Fiqih, banyak
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu : “Bahwa pada suatu hari, beliau melewati suatu tempat pada arah Kufah, tiba – tiba beliau mendapati sekumpulan orang – orang fasik yang sedang meminum khamr. Diantara mereka, ada seorang penyanyi yang bernama Radzan yang bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan memiliki suara yang indah.
Nafas panjang kudesahkan berusaha berkali kali kuyakinkan diri, cukupkah istighfar dan taubatku menghapus segala dosa masa laluku? Aku telah menyesali semuanya. Menyesali kebodohanku,dengan mengikuti langkah-langkah setan. Terjebak pada hal-hal yang tak seharusnya. Aku menganggap semua sikap burukku itu suatu yang biasa. Tak menganggap semua itu dosa. Betapa malangnya aku! Dulu
Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah
Seorang anak muda bernama Umar, tinggal di daerah Pemalang Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai anak bergaya preman, dengan potongan rambut “punk”, bagian tengah atas kepala dari depan sampai belakang disisir berdiri “njegrag” bagai jengger ayam. Pemuda macam ini tidak dekat dengan agama. Kata seorang yang silaturrahim ke tempat saya, Umar
Wajah saudariku memucat, tubuhnya mengering. Meskipun begitu, ia tetap selalu membaca al-Qur’an. Jika engkau mencarinya, ia akan senantiasa rukuk, sujud, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit. Begitulah yang selalu ia lakukan, baik di pagi hari, sore, bahkan tengah malam tanpa jemu. Sementara itu, aku lebih suka membaca majalah sastra dan
Aku menikah muda. Kala itu, usiaku tak lebih dari 19 tahun dan baru saja lulus SMU. Wanita yang kuperisteri saat itu bahkan baru 16 tahun. Ia hanya lulus SLTP, karena keluarganya pun seperti keluargaku, miskin, tak punya cukup biaya untuk menyekolahkan anaknya lebih tinggi. Namaku Arman, dan isteriku Salimah. Kami
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal. Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.” Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah
Dahulu di Baghdad ada seorang laki-laki penjual kain yang kaya. Tatkala dia sedang berada di tokonya, datanglah seorang gadis muda mencari-cari sesuatu yang hendak dibeli. Ketika sedang berbicara, tiba-tiba gadis itu menyingkap wajahnya di sela-sela perbincangan tersebut sehingga laki-laki terrebut terkesima dan berkata, “Demi Allah, aku terpana dengan apa yang