Tahukah Anda.. Hakim bin Hizam adalah satu-satunya orang yang terlahir di dalam Ka’bah. Meninggal pada tahun 54H dengan usia 120 tahun. Masuk Islam pada tahun Fathu Makkah, sehingga usia beliau saat masuk Islam adalah 75 tahun. [Sumber: Majalah Qudwah Edisi 02, 2012, hal.11] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan
Tahukah Anda.. Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sekali menjadi makmum ketika melaksanakan shalat. Waktu itu, Rasulullah datang terlambat sementara shalat telah ditegakkan dengan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu sebagai imamnya. [Majalah Qudwah, Edisi 02, 2012, hal.53] * Kisah ini terjadi pada peperangan Tabuk * Diriwayatkan oleh Imam
Seorang teman dari Jeddah bercerita, ketika saya baru menikah datanglah sahabat saya ke rumah. Saya minta kepada istri untuk membuat kopi Arab dan menyiapkan korma dan makanan ringan lainnya. Istri mengetuk dari balik tabir sebagai pertanda termos kopi sudah siap untuk dihidangkan. Ketika kami mulai meminum kopi, rasanya aneh sekali
Suatu hari Ma’mun melongok dari istananya. Dia melihat seorang laki-laki dengan arang di tangannya. Dia menulis dengan arang itu di dinding istana. Ma’mun berkata kepada salah seorang pembantunya, “Pergilah kepada orang itu. Bawa dia kemari dan baca apa yang dia tulis.” Pembantunya pun turun untuk menangkap laki-laki itu. Dia membaca,
Diceritakan bahwa raja Khasru bin Abrawiz suka sekali makan ikan. Suatu hari sang permaisuri, Syirin, bercengkrama di taman. Lalu datanglah seorang nelayan dengan membawa ikan besar, dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada raja. Ikan itu diletakkan di depannya. Raja mengaguminya, maka dia memerintahkan agar nelayan itu diberi empat ribu dirham.
Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah melihat pemandangan seperti ini. Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan. Beberapa wanita datang berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum
Al-Imam Ibnu Jarir rahimauhullah meriwayatkan bahwasanya ‘Ali Al-Asadi telah membuat kerusakan, membuat para penempuh jalan ketakutan dan telah menumpahkan darah dan merampok. Maka iapun menjadi buronan para penguasa dan juga rakyat, akan tetapi ia tidak mau menyerahkan diri, dan mereka tidak mampu pula untuk menangkapnya. Hingga akhirnya iapun datang dalam
Ibnu Mas’ud rodhiyallaahu ‘anhu berwasiat kepada rekan-rekannya, beliau berkata, “Jadilah kalian sumber-sumber ilmu, lampu-lampu petunjuk, tikar-tikar rumah, obor-obor malam, berhati besar, berpakaian sederhana, dikenal di langit dan tidak dikenal di antara penduduk bumi.” Bila ada yang berkata, ini mengandung keutamaan ketidaktenaran dan celaan terhadap kemasyhuran, lalu adakah kemasyhuran yang lebih
Konon kabarnya ada seorang raja yang memiliki empat orang istri. Istri keempat adalah istri yang paling disayangi dan dicintainya. Dia sangat tergila-gila kepadanya, apapun dilakukannya untuk membahagiakan istri keempat ini. Istri ketiga juga disayanginya luar biasa, tetapi sang raja merasa dia tidak begitu setia, mungkin suatu saat dia akan berpaling
Teringat sindiran Al-Ustadz Thoyyib hafizhohullah (beliau lulusan ma’had Imam Asy-Syafi’i cilacap) ketika memulai taklim, beliau memberikan kiasan…. Al-Imam Al-Bukhori itu pernah mendatangi majlis ilmu guru beliau, beliau menuntut ilmu di dalamnya. Namun beliau TIDAK MEMBAWA CATATAN/TIDAK MENULIS APA YANG DISAMPAIKAN GURUNYA, sedangkan teman sebelahnya menulis apa yang disampaikan oleh gurunya.
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu : “Bahwa pada suatu hari, beliau melewati suatu tempat pada arah Kufah, tiba – tiba beliau mendapati sekumpulan orang – orang fasik yang sedang meminum khamr. Diantara mereka, ada seorang penyanyi yang bernama Radzan yang bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan memiliki suara yang indah.
Seorang miskin mengadukan kemiskinannya kepada seorang berilmu. Si miskin memperlihatkan kesedihannya yang mendalam atas keadaannya. Maka orang berilmu itu bertanya kepadanya, “Maukah kamu mempunyai sepuluh ribu dirham dan kamu buta?” Dia menjawab, “Tidak.” Orang berilmu bertanya lagi, “Maukah kamu mempunyai sepuluh ribu dirham dan kamu bisu?” Dia menjawab, “Tidak.” Orang