Dikisahkan bahwa Bahlul ini adalah seorang yang gila hidup di zaman Khalifah ‘Abbâsî Harun ar-Rasyid… Pada suatu hari, Harun ar-Rasyid melewati si Bahlul yang sedang duduk² di atas salah satu kuburan. Lalu Harun berkata kepada si Bahlul dg berteriak , “Wahai Bahlul, wong edan… Apa kamu sudah waras?” Si Bahlul
Tatkala Khalifah Harun Ar-Rasvid mendekati ajalnva, dia berkata kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, “Bawalah aku ke kuburku, agar aku bisa melihatnya!” Maka mereka pun membawanya. Ketika dia melihatnya dan menyaksikan ruangannya yang sempit, maka dia pun menangis tersedu-sedu dan membaca ayat: “Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang
Telah di sebutkan dalam kitab “Syadzraat dzahab fii akhbaari man dzahaba” karangan Ibnul Amaad al-Hanbali juz 1/336, ketika menjelaskan biografinya Khalifah Harun ar-Rasyid rahimahullah, berikut nukilannya: Pada suatu hari Ibnu Samak pernah masuk ke istana Harun ar-Rasyid, maka ar-Rasyid meminta untuk di hadirkan air minum untuknya. Berkata Ibnu Samak kepada
Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya : Disebutkan pada sebagaian buku sejarah, terutama pada kitab 1001 malam bahwa khalifah kaum muslimin Harun Ar Rasyid tidak dikenal kecuali sebagai seorang yang melakukan perbuatan sia-sia dan minum khamr, apakah cerita ini benar ? Syaikh hafidzahullah menjawab : Ini adalah