Syaikh Abu Bakar Jabir AI-Jaza-iri hafizhahullah bercerita: “Saya pernah memiliki seorang kakak perempuan bernama Sa’diyyah. Pada suatu hari, ketika kami masih sama-sama kecil, kami mengambil setandan kurma melalui tali yang sudah diikatkan pada tandan tersebut. Saudariku —Sa’diyyah— menarik tali tersebut, namun ia kerepotan, hingga akhirnya setandan kurma tersebut jatuh ke
Di timur Aljazair, masyarakat di sana mengagungkan sebuah kuburan dan ngalap berkah dengan nisan dan bangunannya. Namun, setelah diteliti, ternyata penghuni kuburan tersebut adalah pendeta Nasrani. Awalnya, masyarakat tak percaya, namun mereka menjadi percaya setelah ditemukan salib di kuburan tersebut. (al-Inhirafat al-‘Aqadiyyah wal ‘Ilmiyyah 1/284-285 Ali az-Zahrani) Di kota Ladziqiyyah
Dikisahkan bahwa para pengikut al-Hallaj (tokoh Sufi) sangat berlebihan dalam ngalap berkah padanya, sehingga mereka ngalap berkah dengan air kencingnya dan kotorannya. (Lihat Tarikh Baghdad 8/136-138 dan al-I’thisham 2/10 oleh asy-Syathibi) Lebih parah laagi dari itu pada zaman sekarang, di Sudan ada yang ngalap berkah dengan cara berhubungan intim suami