Mutiara ini di ambil dari kitab “Ihya Ulumudin” karangan Imam Abu Hamid al-Ghozali pada jilid yang ke 3/36, di mana beliau pernah bertutur: “Sesungguhnya manusia yang paling wara‘, paling takwa dan paling berilmu di antara mereka adalah orang yang tidak pernah melihat pada orang lain dalam satu pandangan, namun dia
Teringat sindiran Al-Ustadz Thoyyib hafizhohullah (beliau lulusan ma’had Imam Asy-Syafi’i cilacap) ketika memulai taklim, beliau memberikan kiasan…. Al-Imam Al-Bukhori itu pernah mendatangi majlis ilmu guru beliau, beliau menuntut ilmu di dalamnya. Namun beliau TIDAK MEMBAWA CATATAN/TIDAK MENULIS APA YANG DISAMPAIKAN GURUNYA, sedangkan teman sebelahnya menulis apa yang disampaikan oleh gurunya.
Di sebutkan dalam kitab “Thobaqoot as-Syafi’iyah” karangan Imam as-Subki rahimahullah jilid yang ke 2/99, perkataanya Imam Syafi’i, berikut nukilannya: Imam Syafi’i pernah berkata: “Siapa yang mempelajari al-Qur’an maka kedudukanya akan tinggi, siapa yang mempunyai perhatian terhadap fikih maka dirinya akan menjadi mulia, dan siapa yang mau menghafal hadits maka dia
Asy-Syafi’i Rahimahullah berkata, “Aku hafal Al-Qur’an ketika usiaku tujuh tahun, dan hafal Al-Muwaththa’ di usia sepuluh tahun. Ketika khatam Al-Qur’an aku masuk ke dalam masjid. Di situ aku duduk bersama para ulama, ikut menyimak perbincangan dan tanya-jawab sehingga aku menghafalnya. Ibuku tak punya uang untuk membeli kertas. Maka, jika menemukan