Sammak bin Harb meriwayatkan dari Khanbasy bin Al-Mu’tamir bahwa ada dua orang lelaki yang datang menemui seorang wanita Quraisy untuk menitipkan uang dua ratus dinar. Mereka berkata, “Jangan serahkan uang ini kepada salah seorang di antara kami, kecuali bila kami datang berdua.” Selama beberapa lama, keduanya tidak pernah muncul. Suatu
Dari Anas diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, bawalah aku berjalan-jalan.” Beliau berujar, “Kami akan membawamu berjalan-jalan menaiki anak unta.” Lelaki itu menukas, “Apa yang bisa kuperbuat dengan anak unta?” “Bukankah setiap unta adalah anak ibunya?” ujar beliau shallallahu
Zaid bin Aslam menceritakan dari ayahnya, bahwa Umar bin Al-Khattab pernah menugaskan Al-Mughirah bin Syu’bah untuk menjadi gubernur di Bahrain. Namun masyarakat di sana tidak menyukainya, tapi justru membencinya. Akhirnya ia dikucilkan. Mereka takut kalau Al-Mughirah akan kembali menjadi pemimpin mereka. Salah seorang dedengkot mereka berkata, ‘Kalau kalian menuruti perintahku,
Suatu ketika,seorang lelaki datang menjumpai Ali, lalu memujinya setinggi langit. Ali tahu, orang ini bukan menyukainya, namun hanya ingin menjilat dan mencari muka saja. Beliau berkata, “Sesungguhnya aku tidak sehebat apa yang engkau katakan, tapi pasti, aku lebih baik dari penilaian yang ada dalam hatimu.” Karena beliau tahu, bahwa orang
Ada riwayat menyebutkan, bahwa suatu hari Umar keluar di malam hari, mengelilingi kota Al-Madinah. Beliau melihat api unggun yang menyala di tengah kegelapan. Beliau pun berhenti, dan berkata lantang,’Wahai Ahli Dhau (pemilik cahaya)!’ Beliau tidak mau memanggil, ‘Hai Ahli Naar (pemilik api). Karena khawatir, dipahami sebagai penghuni Neraka. Karena kata
Hasan bin Ali menceritakan, ‘Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar keluar dari gua Tsaur, lepas dari pengejaran kaum musyrik Qurasiy, lalu meneruskan perjalanan di kota Al-Madinah, nyaris setiap orang yang mengenal Abu Bakar langsung bertanya, “Siapa yang bersamamu?” Abu Bakar menjawab, “Ia hanya seorang penunjuk jalan’ Dan
Diriwayatkan bahwa ada seorang pemuda berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya memiliki seorang tetangga yang tidak ada habis-habisnya mengangguku saja.’ “Lekas pergi, keluarkan seluruh barang-barang milikmu dan letakkan di pinggir jalan!” ujar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pergilah pemuda itu, sambil mengeluarkan seluruh barang miliknya ke
Muhammad bin Ka’ab Al-Qurazhi mengisahkan, “Ada seorang lelaki datang menemui Nabi Sulaiman untuk mengadu,’Wahai Nabi Allah! Aku memiliki beberapa orang tetangga yang kerjanya mencuri angsa-angsa milikku’ Serta merta, beliau mengajak rakyatnya untuk shalat berjama’ah. Usai shalat, beliau berkhutbah, “Aduh, sungguh tidak tahu malu. Di antara kalian ada yang dengan tega
Kisah Pertama Seorang peminta sedekah dating ke sebuah rumah, lalu berseru, “Wahai tuan yang empunya rumah…” Belum sempat dia meneruskan perkataannya, tuan rumah telah bangun meninggalkannya sambil berkata, “Semoga Allah melapangkan engkau.” Wahai tuan rumah! Alangkah baiknya kalau engkau mendengarkan apa yang akan kukatakan terlebih dahulu. Barangkali aku dating untuk
Suatu saat, istri Yazid hamil. Si istri berkata kepada suaminya, yang memang jelek wajahnya. “Celaka, kalau anak kita menyerupaimu.” “Lebih celaka lagi, kalau ternyata tidak mirip denganku sama sekali.” Balas sang suami dengan marahnya. [al Adzkiyaa, Ibnul Jauzi, Hal.111] Artikel: www.kisahislam.net
Kebiasaan Imam Zuhri, kalau masuk rumah maka beliau meletakkan kitab-kitabnya bertumpukan di sekitarnya. Beliau menikmati kesibukannya tersebut sehingga lalai dari urusan dunia lainnya. Suatu saat istrinya pernah berkata padanya: “Demi Alloh, sungguh kitab-kitab ini lebih berat bagiku daripada tiga istri sainganku..!!!” (Wafayatul A’yan 4/177-178 oleh Ibnu Khollikan)
Dikabarkan bahwasanya pada suatu hari Al-Hajjaj ( Hajjaj bin Yusuf ) menyendiri (meninggalkan pasukannya), ia bertemu dengan seorang Badui, maka Al-Hajjaj berkata: “Wahai orang arab, bagaimana (pendapatmu) tentang Al-Hajjaj?” Badui menjawab: “Ia seorang yang dholim dan serampangan”. Hajjaj berkata: “Apakah engkau telah mengadukannya kepada (khalifah) Abdul Malik (bin Marwan)?”. Badui