Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar : “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk or ang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500).Basyr bin Al Harits berkata,
Sombong terhadap orang lain adalah termasuk perkara yang dibenci Syari’at. Banyak ayat dan hadits yang memerintahkan manusia agar menjauhi sikap yang tercela ini. Salah satu sifat rendah diri seorang imam yang pantas dicontoh adalah apa yang dilakukan oleh tokoh pembesar madzhab syafi’i Abu Ishaq asy-Syirazi -rahimahullah-. Pada suatu hari beliau
Al Bukhari rahimahullah bercerita: “Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka. Seorang muaddib berkata kepadaku: “Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?” Aku menjawab,”Dua.” Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku. Salah seorang Syaikh
Ibnul Mubarok berkata: “Dahulu seseorang (para sahabat) apabila melihat pada saudaranya terdapat hal yang tidak ia sukai iapun memerintahkannya atau melarangnya dengan sembunyi, sehingga dia diberi pahala atas rahasia dan larangannya (dari sesuatu yang tidak disenangi). Adapun hari ini, apabila seseorang melihat apa yang ia tidak sukai, ia membuat marah
Imam asy-Sya’bi Rahimahullah pernah ditanya tentang satu masalah, beliau menjawab: “Saya tidak tahu”. Maka si penanya heran dan berkata: “Apakah engkau tidak malu mengatakan ‘tidak tahu’, padahal engkau adalah ahlul fiqh negeri Iraq?” Beliau menjawab: “Tidak, karena para malaikat sekalipun tidak malu mengatakan ‘tidak tahu’ ketika Allah tanya: “Sebutkanlah kepada-Ku
Khulaid al-Ashri mengatakan bahwa semua orang yakin akan mati, tapi tak ada yang mempersiapkan diri untuk hal itu. Semua orang yakin akan adanya Surga, tapi tak ada yang berusaha mendapatkannya. Semua orang yakin akan adanya Neraka, tapi tak ada yang takut padanya. Lalu, apakah yang kamu pakai untuk mendaki? Apa
Wahai orang yang mengharapkan pahala tanpa amal dan mengharapkan taubat dengan panang angan-angan.. Apakah engkau berbicara tentang dunia seperti orang yang zuhud dan bekerja untuk dunia seperti orang rakus yang tidak menerima bagian yang sedikit dan tidak puas dengan bagian yang banyak? Engkau benci kematian karena dosa-dosamu, dan engkau mengurus
Seorang lelaki bertanya kepada ahli hikmah, “Ajarkanlah aku sesuatu yang mendekatkanku kepada Allah dan manusia.” Lantas ia jawab, “Adapun sesuatu yang mendekatkanmu kepada Allah adalah memohon kepada-Nya, sedangkan sesuatu yang mendekatkanmu kepada manusia adalah tidak memohon/meminta-minta kepada mereka.” Sumber: Catatan Harian Muslim Sejati, Abdul Ilah bin Sulaiman ath-Thayyar Artikel: www.kisahislam.net
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah di dalam Majmuu’ Fataawa wa Rasaail jilid 7 , menuliskan beberapa faedah yang terkait dengan permasalahan aqidah. Salah satu faedah yang beliau sebutkan di halaman 250 dari Majmuu’ Fataawa wa Rasaail jilid 7 adalah : Faedah: Syaikul Islam di dalam kitab An Nubuwwat
Imam Syamsuddin bin Abdullah bin Abu Bakr atau Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah berkata : Seorang hamba tidaklah terjatuh dalam perbuatan haram kecuali karena dua sebab : 1. Jeleknya prasangka dia kepada Rabb-Nya. Karena jika seandainya dia mentaati-Nya dan lebih mengutamakan-Nya maka sesuatu yang halal lebih baik baginya. 2. Dia
“Bayangkan kala Anda berdiri tanpa busana kala amal diperlihatkan… Merasa terasing, resah dan bimbang… Saat neraka menyala-nyala karena murka dan marah… Kepada para pendosa, dan Robb Pemilik ‘Arsy juga murka… ‘Bacalah catatan amalmu wahai hambaKu dengan perlahan, Apakah kau melihat adanya satu huruf pun yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya?’
Aku berpendapat bahwa tidak masalah menceritakan kisah su’ul khotimah dari kejadian yang ada dengan dua syarat: 1) Su’ul khotimah tersebut benar-benar terbukti secara syar’i maupun akal, 2) nama orang atau ciri-ciri orang tersebut tidak disebutkan. @dr_abusalah Dr Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan