Al-Fadhl bin Yahya Rahimahullah adalah orang paling berbakti pada ayahnya. Puncaknya terpancar ketika keduanya berada dalam penjara. Yahya tidak berwudhu kecuali dengan air hangat. Tetapi di malam yang dingin, sipir penjara melarang mereka membawa kayu bakar. Nah, ketika Yahya tidur, Al-Fadhl bangun mengambil tempayan dan memenuhinya dengan air. Setelah itu,