Kisah seorang gadis muslimah yang menjaga kehormatannya, menutup wajahnya dengan cadar, komitmen dengan agamanya dan begitu mulia budi pekertinya. Dengan karunia dan pengaturan-Nya, Allah lalu mengaruniakannya dengan seorang pria muslim tanpa ia harus menyingkap wajah dan kedua tangannya, atau anggota tubuhnya yang lain sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pemudi hari
Aku tidak tahu mengapa aku telah terenyuh setiap kali membaca kisah ini; kisah yang masih tetap kusimpan sejak lama dalam tumpukan kertas-kertasku yang berserakan. Kisah yang terjadi sejak lama ini menggambarkan penderitaan hakiki yang dialami pelakunya, menjelaskan tentang akhir kisah yang sebenarnya tidak perlu diherankan jika demikian akhirnya. Sungguh, kisah
Dia adalah seorang anak yang belajar di kelas 2 SD. Dengan taufiq dari Allah kemudian bimbingan ibunya, ia tidak pernah meninggalkan shalat subuh dengan berjamaah. Namun sayang sekali, jika ia pergi menunaikan shalat, ayahnya masih saja tidur. Pada satu hari, ketika sedang belajar di salah satu jam pelajaran, sang guru
Di sebuah kota di Saudi, seorang wanita tinggal dan hidup bersama suami dan anak-anaknya. Rumah mereka berdampingan betul dengan sebuah masjid. Namun disayangkan sekali, Allah mengujinya dengan seorang suami yang pemabuk. Tidak berlalu satu atau dua hari, kecuali sang suami pasti memukulnya dan anak-anaknya, bahkan mengusirnya hingga ke jalan. Hampir