Telah di sebutkan dalam kitab “Uyunul akhbar” karangan Ibnu Qutaibah juz 1 / 62 sebuah kisah dari Mu’awiyah Radhiyallahu ‘ahnu, berikut kisahnya: Mu’awiyah berkata, “Saya tidak pernah menggunakan pedangku ini jika saya rasa pecutku sudah cukup, dan saya tidak pernah menggunakan pecutku jika saya rasa lidahku sudah sanggup menggantikannya, kalau
Oleh: Ustadz Ziyad At-Tamimi, M.Sy Kemajuan ummat Islam tampak pada banyaknya peninggalan-peninggalan para pendahulu mereka. Peninggalan-peninggalan yang ada menunjukkan kemampuan pembuatnya dan ketelitian mereka dalam karya tersebut. Sejak dahulu pada masa permulaan Islam bahkan hingga saat ini banyak peninggalan-peninggalan bersejarah baik di negara-negara arab atau negara-negara yang dahulu/ sekarang penduduknya
Ia adalah Al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik bin Marwan. Ibunya bernama Ummu Al-Hajjaj binti Muhammad bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Al-Walid II ini dilahirkan di Damaskus pada tahun 90 H. Ada pula yang berpendapat 92 H. Ketika ayah Al-Walid II, yakni Yazid bin Abdul Malik (Yazid II), mengangkat Hisyam bin Abdul
Ia adalah Yazid bin Abdul Malik bin Marwan bin Al-Hakam, Abu Khalid Al Qurasyi Al-Umawi. Amirul Mukminin. Ibunya bernama Atikah binti Yazid bin Muawiyah. Dibaiat sebagai khalifah setelah Umar bin Abdul Aziz pada bulan Rajab tahun 101 H.[511] Yazid II ini dilahirkan di Damaskus tahun 71 atau 72 H. Sebelum
IA ADALAH Marwan bin Al-Hakam bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf Al-Qurasyi Al-Umawi. Panggilannya adalah Abu Abdul Malik atau Abul Hakam atau Abul Qasim. Menurut banyak sejarawan, ia tergolong sahabat, karena dilahirkan empat bulan setelah kelahiran Abdullah bin Az Zubair. Telah kita ketahui bersama bahwa