Sebetulnya, Abu Jahal merasa takjub dengan Al Qur’an. Akan tetapi, karena gengsi dan kesombongannya, Abu Jahal tidak mau terang-terangan mengakuinya. Sampai akhirnya apa yang dia sembunyikan itu terbongkar. Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah ponakannya, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dia mencuri dengar bacaan Al Qur’an keponakannya itu,
Ibnul Qoyyim menuturkan dalam kitabnya Zadul Ma’ad, bahwa Urwah Ats Tsaqafi berkata kepada para sahabatnya sepulang dari Hudaibiyah: “Wahai Kaumku! Demi Allah, banyak raja yang sudah pernah aku datangi. Aku sudah pernah menemui Kaisar, Kisra dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang begitu diagungkan
Tholhah bin ‘Abdirrahman bin’ Auf adalah orang paling terpandang dari suku Quraisy di zamannya. Suatu hari, isteri beliau berkata kepadanya : “Saya belum pernah melihat ada kaum yang paling mudah mengeluh seperti saudara² Anda.” Tholhah bertanya : “Kenapa bisa begitu?” Isterinya menjawab : “Karena saya perhatikan, jika Anda dalam keadaan
Ibnul Jauzi berkata, “Pada suatu hari, Khalifah Al Mu’tadhid keluar istana dan mendirikan sebuah perkemahan di dekat gerbang Asy Syamasiyah, dan melarang seorang pun untuk mengambil apa pun dari kebun milik orang lain. Saat berada di kemahnya, dibawalah menghadap seorang berkulit hitam karena telah mencuri satu tandan buah anggur. Khalifah
An-Nadhr menceritakan bahwa ayahnya berkata, “Pada suatu hari, Umar bin Abdul Aziz sedang duduk dan ia berkata kepada budak perempuannya, “Tolong kipasi aku..” Kemudian budak perempuan itu mengambil kipas. Ia mulai mengipasi Umar. Namun, ia tak mampu menahan kantuknya dan tertidur. Umar terjaga dari tidurnya. Ia melihat budak perempuannya tertidur
Dalam kajiannya di Al Qashim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, seorang ulama besar negeri Arab yang terkenal, pernah didatangi seorang pemuda bernama Khalid yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa. Setelahnya dari majelis muhadharah tersebut, beliau menghampiri Syaikh ‘Utsaimin yang hendak pulang ke rumah. Syaikh ‘Utsaimin selalu berjalan kaki
Ada suatu kisah yang sangat mengherankan yang menimpa seorang rafidhah dahulu yang kerjanya mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman. Berkata Al-hafizh Adz-Dzahabi-semoga Allah merahmati beliau-: Telah memberitakan kepada kami seorang imam Muhammad bin Almuntab bahwa ‘Izzuddin Yusuf Almaushiliy menulis surat kepadanya, kemudian dia memperlihatkan tulisannya tersebut kepadaku (yang terdapat pada
Dikisahkan bahwa Bahlul ini adalah seorang yang gila hidup di zaman Khalifah ‘Abbâsî Harun ar-Rasyid… Pada suatu hari, Harun ar-Rasyid melewati si Bahlul yang sedang duduk² di atas salah satu kuburan. Lalu Harun berkata kepada si Bahlul dg berteriak , “Wahai Bahlul, wong edan… Apa kamu sudah waras?” Si Bahlul
1. Siapa yang menaklukkan Syam, Iraq dan Persia? —-> ‘Umar bin Khaththab radhiyallâhu ‘anhu (Sunnî) [Beliau adalah termasuk khulafâ’ur râsyidîn ke-2, sahabat yang mulia, dan orang yang paling dibenci Syiah. Pada kekuasaan beliau, Islam menyebar luas dan beliau membagi wilayah tersebut pada umumnya menjadi 2 provinsi, seperti Arab Saudi dibagi
SEORANG lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki. Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah. Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang
Suatu hari Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al Badr membacakan nama-nama mahasiswa untuk absensi, Tiba-tiba beliau melewati satu nama yang menurutnya aneh, beliaupun tertawa kecil karena nama itu, Mahasiswa yang hadirpun ikut tertawa kecil, dan Qaddarullah pemilik nama itu tidak hadir… Keesokan harinya pemilik nama itu hadir, Syaikh mengeluarkan beberapa kitab
Mubasysyir ar-Rumy menceritakan bahwa dia pernah mendengar kisah mantan budaknya yang dikenal dengan Abu ‘Utsman, Zakaria al-Madany, sering disebut Ibn Fulanah. Ia seorang tajir yang mulia, banyak harta, terkenal murah hati, dapat dipercaya, orang yang memegang amanah dan juga suka meriwayatkan hadits. Di dekat rumahnya, di Baghdad ia bertetangga dengan