Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi Sebagai kelanjutan dari majalah Qiblati dalam menjelaskan kebenaran, maka yang akan menjadi tamu kita dalam kisah bulan ini adalah Syaikh ‘Abdul Ahad Dawud yang dulunya bernama Benjamin Kaldani, seorang Profesor Telogi, dan seorang Imam Katholik bagi sekelompok orang Kaldan, yang menguasai beberapa bahasa. Akan tetapi
Ini adalah kisah seorang pemuda yang tengah mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi. Antara kota Mekah dan Jeddah ia melaluinya dengan kecepatan di atas rata-rata. Lalu ia mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Sebelumnya ia sedang menyalakan tape recordernya dengan mendengarkan lagu-lagu Barat seperti yang biasa didengarkan orang-orang. Orang yang
Muhammad bin Thohir Al Maqdisi namanya. Dia salah satu dari sekian ulama yang menanggung penderitaan dalam menuntut ilmu. Suatu ketika dia berkata: “Saya pernah kencing darah 2 kali saat-saat belajar hadits; sekali di Baqdad dan sekali di Mekkah karena saya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dibawah terik sinar matahari
Imam Al-Bukhari -rahimahullah- meriwayatkan dari Amr bin Maimun -rahimahullah- : عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ : رَأَيْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمَعَ عَلَيْهَا قِرَدَةٌ قَدْ زَنَتْ فَرَجَمُوهَا فَرَجَمْتُهَا مَعَهُم dari ’Amr bin Maimun, dia berkata: “Saya pernah melihat pada masa jahiliah ada seekor kera yang berzina, lalu beberapa kera berkumpul untuk
Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda, “Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi hutang kepada orang lain. Dia biasa berkata kepada pelayannya, jika engkau mendatangi orang yang kesusahan, maka bebaskanlah (hutangnya), mudah-mudahan Allah ta’ala membebaskan kita (dari siksaNya)’. [1] Dalam riwayat lain disebutkan,
Seorang ibu tersenyum kepada istri anaknya setelah berlalu bulan madu keduanya. Dia berkata, “Engkau telah membuat putraku rajin shalat ke masjid. Engkau berhasil dalam waktu 30 hari saja, padahal aku telah berusaha menasihatinya selama 30 tahun!” Menantu itupun mengalirkan air mata… Menantu itu berkata, “Apakah anda telah mengetahui wahai ibuku,
Dahulu kala ada seorang laki-laki yang bernama Al-Mubarak dia adalah seorang pembantu dari seorang saudagar penduduk Hamdzan dari Bani Hanzhalah di daerah Khurasan. Ia bekerja di perkebunan saudagar itu dalam jangka waktu yang lama. Pada suatu hari, datanglah saudagar tersebut ke perkebunannya. Ia menyuruh Al-Mubarak mengambilkan buah delima yang manis
Imam Baqi bin Mikhlad Nama beliau. Beliau dari negeri yang sangat jauh yaitu Andalusia sekarang bernama Spanyol. Dengarkan kisah suka dan dukanya dalam mengambil Ilmu kepada Imam Ahmad di Bagdad (Irak) selamat menyimak. Beliau bercerita : Saya berangkat dengan berjalan kaki dari Andalusia menuju ke Baqdad untuk bertemu dengan Imam
Riba’i bin Hirasy merupakan orang shalih yang dikenal tidak pernah berbohong. Suatu saat kedua putranya menentang Al Hajjaj, gubernur Madinah yang dikenal kejam saat itu. Maka para penasihat Al Hajjaj pun memberikan sebuah saran,”Sesungguhnya ayah dari kedua orang itu tidak pernah berbohong. Maka utuslah orang untuk bertanya kepadanya mengenai keberadaan
Al ‘Auzai berkata: “Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah keluar di tengah kegelapan malam, lalu dilihat oleh Thalhah. Umar memasuki sebuah rumah lalu masuk ke rumah lainnya. Pada keesokan harinya Thalhah pergi kerumah itu, ternyata didalamnya terdapat seorang nenek yang buta dan lumpuh. Ia bertanya, “Mengapa orang itu datang kepadamu?”
Ketika ujian datang kepada kita, disaat kita berada pada kondisi yang sangat memungkinkan untuk malakukan perbuatan itu (maksiat), namun kita merasa malu kepada Alloh dan malu terhadap predikat kita sebagai “seorang muslim”, maka niscaya Alloh akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari itu semua. Tidaklah kejayaan itu melainkan dengan
Dari Abu Abdirrahman ath-Tha’i, ia mengatakan, “Salah seorang dari Bani Fahd yang sudah tua dan lemah yang berkunyah (berjuluk) Abu Manazil, dan ia memiliki anak yang bernama Manazil. Manazil ini memiliki anak-anak yang masih kecil. Jika ia mendapatkan sesuatu, ia memberikannya kepada mereka. Manazil senantiasa mengambil pemberian jatah ayahnya, padahal