Syaikh Muhammad Ya’qub berkata : “Aku pernah duduk bersama seseorang yang termasuk dari kalangan konglomerat yang ternama. Kemudian ia bercerita kepada ku : “Wahai Syaikh, apakah engkau mengetahui bahwa dahulu aku pernah menghafal al-Quran Al-Karim seluruhnya. Hal itu karena dahulu orangtuaku selalu memaksaku untuk menghafalnya hingga akhirnya aku pun dapat
Pada suatu malam, Muhammad bin Al-Munkadir rahimahullah melaksanakan shalat malam, kemudian beliau terus menerus menangis hingga membuat keluarganya merasa khawatir terhadap nya. Mereka pun bertanya kepadanya. “Apa yang menyebabkan mu menangis?” Namun beliau terdiam dan terus menerus menangis. Kemudian keluarganya mengirim utusan kepada Abu Hazim untuk memberi tahu keadaan nya.
Syaikh Muhammad Hassaan -Hafidzahullah- seorang dai dan ulama terkenal dari Mesir bercerita pada salah satu ceramahnya. Beliau bercerita tentang kisah seorang pemuda dari Maroko yang tinggal di Amerika. Hidup di Amerika seorang pemuda miskin dari Maroko, umurnya sekitar 23 atau 24 tahun. Pada salah satu kunjungan Syaikh ke Amerika, Syaikh
Allah Subhanahu wa ta’ala berjanji didalam al-Quran, bahwa Dia akan menjaga al-Quran. firman-Nya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami benar – benar memeliharanya.” [al-Quran surat Al-Hijr ayat 9] Imam al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan kisah menarik yang berhubungan dengan pemeliharaan al-Quran didalam kitab Tafsir nya (10/5,6) Berikut kisah nya :
Beberapa orang telah menceritakan kisah ini kepada saya, antara lain Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Fauzan Rahimahullah, yaitu kisah sekelompok anak muda bertubuh kekar dan berotot, tetapi karena kemewahan yang dinikmatinya dan masa muda yang dialaminya, mereka justru menjadi anak-anak yang durhaka. Mereka adalah anak-anak dari keluarga berada. Tiga orang dari
Ada salah seorang kakek bercerita kepadaku: Pada tahun 1374 H, telah terjadi suatu bencana besar, yakni ladang-ladang yang terletak di wilayah barat laut Buraidah diserang hama belalang. Kemudian beliau menuturkan ceritanya: Setelah mengetahui bencana tersebut akan menyerang ladang kami, seluruh warga desa kami berkumpul untuk mengadakan musyawarah, sementara wajah kami
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu : “Bahwa pada suatu hari, beliau melewati suatu tempat pada arah Kufah, tiba – tiba beliau mendapati sekumpulan orang – orang fasik yang sedang meminum khamr. Diantara mereka, ada seorang penyanyi yang bernama Radzan yang bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan memiliki suara yang indah.
Nafas panjang kudesahkan berusaha berkali kali kuyakinkan diri, cukupkah istighfar dan taubatku menghapus segala dosa masa laluku? Aku telah menyesali semuanya. Menyesali kebodohanku,dengan mengikuti langkah-langkah setan. Terjebak pada hal-hal yang tak seharusnya. Aku menganggap semua sikap burukku itu suatu yang biasa. Tak menganggap semua itu dosa. Betapa malangnya aku! Dulu
Ini adalah kisah nyata. Ada seorang hamba shalih yang diuji oleh Allah dengan anaknya, setiap kali anaknya lahir dan berkembang sebentar sebagai bayi yang mungil, lucu dan menyenangkan, selalu ajal menjemputnya dan merenggut nyawanya dari pangkuannya. Maka iapun sedih sangat dalam, hatinya hancur dan tersayat-sayat tajam. Namun karena ia adalah
Menangis dan Meratap di Depan Ka’bah Tutur Laila Al-Halwa, “Kami pun tiba di Masjidil Haram. Ketika masuk dan melihat Ka’bah, aku menangis tersedu-sedu karena mengingat banyaknya dosa yang telah kulakukan. Aku teringat begitu banyak kewajiban yang telah kutinggalkan sehingga aku mengatakan, ‘Ya Rabbi, aku telah berusaha semaksimal mungkin dengan berobat
Siapa yang tidak kenal dengan Laila al-Halwa dan kisahnya?! Seorang wanita muslim dari Maroko yang terkena panyakit ganas dan mematikan, yaitu kanker. Kanker adalah kata yang terdengar menakutkan, menyebabkan putus asa dan berujung kepada kematian. Kepada semua yang terkena penyakit ganas ini, kepada semua yang putus asa dari harapan sembuh
BERIKUT KISAH SEORANG KARYAWAN YANG MEMUTUSKAN KELUAR DARI TEMPAT KERJANYA KARENA TIDAK TAHAN LAGI DENGAN BERBAGAI PENYIMPANGAN SYARIAH YANG DILAKUKAN BANK SYARIAH TEMPAT KERJANYA. oleh Amir Siahaan Tekadku sudah bulat: keluar dari bank syariah tempatku bekerja, dan kini aku di ruangan atasanku untuk menyerahkan surat pengunduranku. Aku tidak peduli lagi