Kisah bocah ini adalah bahwa ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari semua agama. Setelah membaca dg penuh teliti, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang muslim sebelum dia bertemu dg seorang muslimpun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap bayi yg dilahirkan atas dasar fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya
Dari Al-Mukhawwal diriwayatkan bahwa ia menceritakan , “Buhaim Al-Ajali pernah datang kepada saya suatu hari dan berkata: ‘Apakah engkau mengenal seseorang yang engkau sukai dari tetangga atau sanak saudaramu, yang berkeinginan melaksanakan haji untuk dapat menemaniku?’ Aku (perawi) Menjawab: ‘Ada’ Aku segera menemui seorang lelaki yang shalih dan baik akhlaknya,
Mari kita renungkan kisah shahih berikut ini, semoga menjadi “ibroh” (pelajaran) bagi kita semua, khususnya bagi para pemimpin kaum muslimin… Suatu hari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu melakukan inspeksi ke salah satu wilayah di daerah Himsh, untuk mengetahui keadaan rakyatnya di sana & Gubernurnya yang bernama Sa’id bin ‘Amir al-Jumahi.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam
Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi Hafizhahullah Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah
Imam Ibnul Jauzi berkata, ‘Abdullah bin Zaid bn Aslam menyampaikan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya yaitu Aslam, ia berkata, “Ketika aku bersama ‘Umar bin Khoththob sedangkan beliau sedang melakukan pengawasan pada malam hari di Madinah, maka beliaupun merasa lelah, lalu bersandar di sisi sebuah dinding di tengah malam. Tiba-tiba ada
Dari Muhammad bin Al-Munkadir diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Aku memiliki tempat di belakang tembok di masjid Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa ‘ala aalihi wa sallam yang mana aku biasa shalat menghadapnya (sebagai suthrah) di malam hari. Suatu kali penduduk Madinah mengalami paceklik. Maka mereka pun keluar melakukan shalat istisqa’ (untuk memohon