Syaikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah berkata: Berempatilah dengan kaum fakir dengan harta yang kalian miliki, jangan sekali-kali menolak dengan terang-terangan seorang yang sangat membutuhkan padahal kalian sanggup memberi, baik sedikit maupun banyak. Perhatikanlah dengan seksama bahwa Allah ‘Azza wa Jalla adalah Dzat yang senang memberi. Bersyukurlah, karena Allah telah
Syaikh Abdul Qodir al Jailani rahimahullah berkata: “Tanda-tanda keikhlasanmu adalah engkau tidak peduli dengan sanjungan makhluk dan tidak menoleh kepada cacian mereka, engkau tidak berambisi memperoleh apa yang berada di tangan mereka.” [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] Dikutip dari buku Nasehat Syaikh Abdul Qadir al Jailani, Syaikh Shalih Ahmad
Biasakanlah mendengarkan nasihat kebaikan, karena sesungguhnya hati jika terlampau lama tidak mendengar nasihat, ia akan menjadi berkarat dan buta. Jangan memandang enteng ungkapan penuh hikmah, yang keluar dari mulut para ulama, karena ia merupakan intisari dan buah dari wahyu Allah ‘Azza wa Jalla. [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] [Dikutip
Syaikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah berkata: “Berpaling dari Allah pada saat ketetapan-Nya turun adalah kematian agama, kematian tauhid, kematian tawakkal, dan kematian keikhlasan. Hati seorang Mukmin tidak mengenal kata, ‘Mengapa’ atau ‘Bagaimana’. [al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani] [Dikutip dari buku ‘Nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani, Oleh: Syaikh Shalih
SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI rahimahullah berkata: Salah satu cara berbuat kebajikan kepada Allah adalah menyambung silaturrahim kepada kaum fakir dengan harta yang engkau miliki. Tidakkah engkau mengetahui bahwa memberi sedekah kepada kaum fakir adalah cara terbaik berhubungan kepada Allah yang Mahakaya. Apakah ada ruginya jika seseorang berhubungan dengan Dzat
SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI rahimahullah berkata: “Jangan engkau sekali-kali kagum dengan amal-amalmu, karena sesungguhnya hal itu akan merusak dan menghapus amal itu sendiri. Siapa yang berpandangan bahwa ia bisa melakukan sebuah amal semata-mata karena adanya bimbingan Allah, maka ia tidak akan kagum dengan amal-amalnya.” [Dikutip dari buku ‘Nasehat Syaikh
Ubaid bin Umair rahimahullah berkata, “Orang yang bersungguh-sungguh (dalam ibadah-ed) pada zaman ini bagaikan orang yang bermain-main pada masa dahulu.” [az Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal, Hal.500] = Itu dizamannya Ubaid bin Umair rahimahullah. Bagaimana dengan zaman kita sekarang? Ya Allah..ampuni kami.. Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan &
Malik meriwayatkan, “Telah sampai kepada kami bahwa Sulaiman ‘alaihissalam menasihati putranya, “Wahai putraku, berjalanlah di belakang singa dan ular namun janganlah kamu berjalan di belakang wanita.” [Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal, Hal.70] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Jarir meriwayatkan, Khalid bin Ma’dan rahimahullah berkata: “Apabila pintu kebaikan dibukakan kepada salah seorang dari kalian maka hendaklah dia bersegera melaksanakannya, karena dia tidak tahu kapan pintu itu ditutup darinya.” [az Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal, hal.507] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
SEORANG psikiater—sayangnya non-muslim—melakukan penelitian selama tiga tahun terhadap sejumlah penderita sakit jiwa. Di antara mereka ada yang non-muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Dengan melatih mereka mengucapkan kata “Allah” dengan jelas, ternyata terapi ini membuahkan hasil yang menakjubkan bagi para penderita.Terlebih, bagi mereka yang mengalami kondisi traumatis seperti kesedihan, introvet,
Ada seorang lelaki badui yang datang menemui seorang lelaki, yang kebetulan sedang memegang piring kecil berisi buah tin. Saat melihat si badui datang, lelaki itu langsung menyembunyikan buah tin itu di balik bajunya. Si badui mengetahui hal itu, tapi ia langsung duduk di hadapan lelaki tersebut. Si lelaki bertanya: “Engkau
Saudaraku semuslim.. Malam dan siang hanyalah sebuah perjalanan yang selalu dilalui oleh setiap orang. Dia melewatnya selangkah demi selangkah hingga sampai pada akhir sebuah perjalanan. Jika engkau bisa mempersembahkan sebuah perbekalan di setiap langkah tersebut, maka lakukanlah, karena tidak lama lagi perjalanan ini akan berakhir, bahkan dia berlari lebih cepat