Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam
Suatu ketika Umar bin al-Kahththab radhiyallahu ‘anhu, Amirul Mukminin membeli seekor kuda. Lalu dia membawanya berjalan agak jauh dari si pembeli, lalu dia menungganginya untuk mencoba kuda tersebut. Ternyata kuda tersebut mengalami memar-memar. Lantas beliau sendiri menangani hal ini dengan mengembalikan kuda tersebut dan beranggapan bahwa penjual telah menipunya. Akan
Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi’ bin Muhammad al-Bazar berkata, “Ketika itu aku tinggal di samping kota Makkah- sebuah kota yang semoga selalu dalam penjagaan Allah subhanahu wata’ala-. Suatu hari aku sangat lapar, sementara aku tidak mendapatkan makanan yang dapat mengganjal rasa laparku. Tanpa aku duga aku menemukan sebuah
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya, orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red.) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya.” Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal
Al-Ashma’i menuturkan bahwa Abu ‘Amr ibnul ‘Ala [1] rahimahullah pernah berkata kepadanya, “Berhati-hatilah engkau jika menghinakan orang yang mulia, atau memuliakan orang yang tercela, atau mempersulit urusan orang yang berakal, atau mencandai orang yang dungu, atau bergaul dengan orang yang jahat. Tidak termasuk adab apabila engkau menjawab orang yang tidak
Musa bin Uqbah ash-Shuri datang ke Baghdad. Hal ini disampaikan kepada al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Kata beliau, “Perhatikan, kepada siapa dia singgah dan kepada siapa dia berlindung.” (al-Ibanah, 2/479-480 no. 511) Al-Imam al-Auza’i rahimahullah mengatakan, “Siapa yang menyembunyikan bid’ahnya dari kita, tidak akan tersembunyi dari kita pertemanannya.” (al-Ibanah, 2/476,
Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Muhammad bin Wasi’ rahimahullah bahwa dia berkata, “Siapa yang sedikit makannya dia akan bisa memahami, membuat orang lain paham, bersih, dan lembut. Sungguh, banyak makan akan memberati seseorang dari hal-hal yang dia inginkan.” Diriwayatkan dari Utsman bin Zaidah rahimahullah, dia berkata bahwa Sufyan ats-Tsauri
Oleh: Dr. Majdi ar-Rib’i • Mengapa tidak ada satu pun penganut Syiah di penjara Guantanamo? • Mengapa Barat tidak memasukkan satu pun organisasi Syiah ke dalam daftar kelompok “teroris” versi mereka? • Apa peran sesungguhnya yang telah dimainkan oleh Hizbullah di Libanon Selatan? • Mengapa pesawat tanpa awak Amerika membombardir
Kisah Nyata Akhwat Gorontalo Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tak terlupakan: “Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lengkang dalam benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan
Tahukah Anda..? Untuk mempelajari semua hukum yang disebutkan di dalam surat Al Baqarah, shahabat Umar bin Al-Khaththab memerlukan waktu selama 12 tahun. Sementara Abdullah bin Umar bin Khaththab membutuhkan waktu selama 8 tahun. [Muqaddimah Tafsir Al Qurthubi] Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam
::: Kisah nyata, terjadi di Pakistan ::: Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di
Termasuk kebanggaan kaum wanita di dunia hadits adalah hasil penelitian imam dan pakar Jarh wa Ta’dil Syamsuddin adz Dzahabi di awal kitab bagian perawi wanita dalam Mizanul I’tidal fi Naqdi Rijal 4/604: “Saya tidak mengetahui seorang perawi wanita satu pun yang tertuduh berdusta dalam hadits atau ditinggalkan haditsnya oleh para